Takut Gempa Susulan, Ibu Hamil dan Lansia di Majene Tidur di Gunung

Ribuan warga Desa Onang di Majene mengungsi ke gunung lantaran khawatir terjadi tsunami pascagempa. - Antara
17 Januari 2021 14:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, MAMUJU- Gempa bumi di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat membuat kawasan tersebut porak-poranda.

Bahkan, tercatat ada 3.800 warga Desa Onang di Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene memilih menetap di daerah pegunungan karena khawatir akan adanya potensi tsunami pascagempa. Warga yang menjadi korban gempa Sulbar itu kini memerlukan bantuan dari luar.

"Mereka di pengungsian, menghindari gempa susulan dan ancaman bencana tsunami," kata Kepala Desa Onang Asmadi di Majene, Minggu (17/1/2021).

Baca juga: 11 Orang Diduga Masih Tertimbun Tanah Longsor di Sumedang

Asmadi mengatakan, sebagian warga menempati delapan tempat pengungsian yang ada di wilayah Desa Onang.

Ribuan warga Desa Onang di Majene mengungsi ke gunung lantaran khawatir terjadi tsunami pascagempa.

Selain itu, ia melanjutkan, terdapat 10 perempuan hamil, delapan orang sakit, dan 72 warga lanjut usia yang mengungsi di Desa Tubo Selatan.

Baca juga: Sudah 188 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ-182 Masuk Pusdokkes Polri

Warga desa yang mengungsi, kata dia, membutuhkan bantuan makanan, tenda, selimut, dan obat-obatan.

Asmadi berharap relawan dan pemerintah mengirimkan bantuan kepada warganya.

Gempa yang terjadi pada Jumat (15/1/2021) telah menyebabkan lebih dari 50 orang meninggal dunia di Mamuju dan Majene. Bencana itu juga mendorong 15.000 orang mengungsi di dua wilayah kabupaten tersebut.

Sumber : Suara.com