426 Juta Dosis Vaksin Datang ke Tanah Air Mulai Bulan Ini

Presiden Joko Widodo (tengah) bersiap disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Penyuntikan perdana vaksin Covid-19 ke Presiden Joko Widodo tersebut menandai dimulainya program vaksinasi di Indonesia. ANTARA FOTO/HO - Setpres/Agus Suparto
15 Januari 2021 21:37 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah saat ini sudah memesan 426 juta dosis vaksin yang berasal dari empat perusahaan dan negara yang berbeda. 

Dia menyebutkan bahwa jutaan dosis vaksin tersebut akan datang dalam beberapa gelombang. Pada Junuari 2021, sebanyak 3 juta, Februari 4,7 juta, Maret 8,5 juta, April 16,6 juta, Mei 24,9 juta dan Juni 34,9 juta.

"Itu di dalam perencanaan yang telah kami buat, ini bisa berubah lebih banyak lagi, saya harapkan," kata Jokowi, Jumat (15/1/2021).

Jokowi mengatakan dengan vaksinasi, dia berharap akan muncuk kekebalan komunal, sehingga risiko penyebaran Covid-19 akan segera behenti dan kegiatan ekonomi akan pulih kembali.

"Inilah kerja besar yang kami kerjakan dan meminta kesadaran semuanya," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menargetkan vaksinasi Covid-19 dapat dikerjakan sebanyak 5,8 juta dosis pada Januari 2021.

Target itu seiring dengan hitung-hitungan untuk merampungkan pemberian vaksin Covid-19 kepada 181,5 juta orang di akhir 2021.

Target itu disampaikan Presiden Jokowi saat memberi kata sambutan dalam perayaan Hari Ulang Tahun Ke-48 Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Tahun 2021 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/1/2021).

“Di bulan Januari ini kita akan lakukan vaksinasi sebanyak 5,8 juta vaksin,” kata Jokowi.

Saat ini, Jokowi membeberkan, pemerintah telah memiliki 3 juta dosis vaksin Covid-19 yang siap pakai. Malahan, bakal datang lagi vaksin Covid dalam bentuk bahan baku sebanyak 15 juta dosis pada pekan depan.

“Rencananya vaksin ini akan kita gunakan untuk 1,6 juta tenaga kesehatan tenaga medis yang tersebar di 34 provinsi sebagai prioritas vaksinasi awal, setelah itu tentu saja yang berikutnya TNI, Polri, guru dan masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, dia melanjutkan, pemerintah bakal melakukan vaksinasi Covid-19 sebanyak 10 juta dosis pada Februari, 13,33 juta vaksin Covid-19 pada Maret dan 20,4 juta vaksin Covid-19 pada April.

“Dan, bulan-bulan seterusnya hingga nantinya di akhir tahun nanti atau tahun awal tahun depan sudah tiba semuanya sebanyak 426 juta dosis vaksin. Ini sudah cukup untuk mencapai herd immunity,” tuturnya.

Sumber : Bisnis.com