Refly Harun Sebut Kasus Kerumunan Tak Cukup untuk Menjatuhkan Jokowi
Pakar hukum tata negara Refly Harun mengungkapkan upaya pelaporan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pelanggaran protokol kesehatan tidak akan bisa menjatuhkan presiden.
Petugas Basarnas pada Minggu (10/1/2021) di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, memeriksa temuan bagian dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu pada Sabtu (9/1/2021). Tim penyelam Kopaska TNI AL menemukan sejumlah serpihan dari pesawat dan pakaian yang diduga milik penumpang di lokasi jatuhnya pesawat tersebut./Antara/Dhemas Reviyanto
Harianjogja.com, JAKARTA - Pilot sekaligus Youtuber Vincent Raditya atau Captain Vincent menjawab pertanyaan warganet soal spekulasi kemungkinan pesawat Sriwijaya Air SJ182 dibajak atau disabotase.
Melalui video YouTube berjudul "Adakah Kemungkinan Sengaja?? Sriwijaya Air SJ182!! Ada Penumpang Beda KTP!!" yang diunggah pada Rabu (13/1/2021), Vincent kemudian mencoba mereka-reka kejadian tersebut.
Vincent menggunakan beberapa skenario terjadi pembajakan atau hijacking di pesawat. Namun, Captain Vincent menyimpulkan kecil kemungkinan akan terjadinya pembajakan pada kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182.
Baca juga: Black Box Pesawat SJ-182 Ditemukan, Ini Harapan Bos Sriwijaya Air
"Kecil kemungkinan apabila penerbangan ini dipaksakan dengan sengaja untuk dijatuhkan baik itu dalam bentuk sabotase atau pun hijacking dari siapa pun itu," ungkap Vincent dikutip pada Kamis (14/1/2021).
Dia menuturkan jika menggunakan skenario pembajakan kemudian hasil profil penerbangannya tidak sama atau bahkan mendekati profil penerbangan kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ182.
"Kalian bisa lihat ketika pesawat ini dipaksa turun dan dibelokkan ke kanan hasilnya tidak bisa patah seperti yang ada di flight radar. Di sini hasilnya gambarnya tidak sama," ungkap Vincent.
Selain itu, Vincent juga mencoba skenario lain dan mendapatkan hal serupa yaitu ketika dibandingkan hasil profil gambar flight radar-nya akan berbeda dengan jatuhnya Sriwijaya Air SJ182.
Pada percobaan ini, dia menemukan air speed pesawat tercatat 500 knot lebih. Sementara itu, berdasarkan data, untuk Sriwijaya Air SJ-182 sempat menunjukkan air speed 115 knot di ketinggian dibawah 10.000 kaki ungkap Vincent.
Baca juga: Cuaca Buruk, 2 Pesawat Gagal Mendarat di Pontianak
Reka kejadian ini menggunakan simulator fix base Boeing 737-800 NG yang berlokasi di Flight Deck Indonesia, Jakarta. Menurut Vincent, tipe ini bisa dibilang cukup menyerupai Boeing 737-500 yang digunakan Sriwijaya SJ182. Namun, dia menegaskan kedua jenis pesawat ini berbeda.
Melalui video tersebut, Vincent juga mengungkapkan penjelasannya bukanlah bagian dari hasil investigasi melainkan hanya percobaan.
"Sekali lagi ini hanya trial yang tidak berdasar. Saya hanya ingin mencoba bagaimana reaksi pesawat jika dipaksa turun. Maka tidak akan sesuai dengan profil yang ada di radar," ungkap Vincent.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pakar hukum tata negara Refly Harun mengungkapkan upaya pelaporan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pelanggaran protokol kesehatan tidak akan bisa menjatuhkan presiden.
Operasional wisata Candi Borobudur saat Waisak 2026 hanya dibuka hingga pukul 14.00 WIB. Sebanyak 2.570 lentera dan 570 drone disiapkan.
Pakar ITB menyebut penerapan biodiesel B50 dapat mengurangi impor energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah krisis geopolitik.
Truk boks bermuatan tepung terguling di Bokong Semar Gunungkidul menyebabkan macet parah di jalur Jogja-Wonosari hingga Minggu pagi.
Harga emas dunia diprediksi menembus US$4.943 per troy ounce dan mendorong harga logam mulia domestik menuju Rp2,9 juta per gram.
Polres Malang menyelidiki ledakan petasan di rumah warga Kepanjen yang menewaskan satu orang dan melukai korban dengan luka bakar serius.