Advertisement
SAR Gabungan Fokus Evakuasi Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Tim SAR gabungan turunkan ratusan personel evakuasi pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Maros-Pangkep, Sulsel, kondisi medan berat. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, MAROS—Personel tim SAR Gabungan dikerahkan menuju Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros-Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, setelah serpihan pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan ditemukan di wilayah udara setempat.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan, “Di sini ada sekitar 400–500 orang personel siap membantu dalam proses evakuasi nanti, selebihnya dikerahkan ke Bulusaraung,” di Posko Leang-Leang, Kabupaten Maros, Minggu. Tim SAR gabungan telah menurunkan personel darat dan udara untuk menyisir lokasi dan memetakan jalur evakuasi yang paling aman.
Advertisement
Medan yang berat menjadi pertimbangan utama dalam menentukan jalur evakuasi. Menurut Andi, opsi terbaik adalah menempuh jalur pendakian meski ada jalur lebih dekat, karena medan tersebut cukup terjal dan berisiko bagi keselamatan personel. “Tim tetap menggunakan jalur pendakian karena aksesnya lebih aman,” jelasnya.
Penemuan serpihan pesawat dilakukan Minggu pagi melalui kombinasi pencarian darat dan udara. Tim Aju menggunakan drone sejak pukul 06.15 WITA, kemudian menyusul tim helikopter. Pukul 07.46 WITA, serpihan kecil berupa jendela pesawat ditemukan sebagai penanda awal lokasi kecelakaan. Selang tiga menit kemudian, pukul 07.49 WITA, ditemukan serpihan besar yang diduga badan pesawat beserta ekor.
Andi menjelaskan, posisi serpihan berada di lereng bagian selatan Gunung Bulusaraung, meski dari puncak gunung terlihat di sisi utara. Jarak lokasi penemuan dari titik awal pencarian diperkirakan 1,5 kilometer, dengan medan yang cukup terjal dan menantang. “Kami harus menghitung faktor keselamatan personel sebelum evakuasi badan pesawat,” tegasnya.
Berdasarkan data koordinat, serpihan ditemukan di 04°55’48” LS – 119°44’52” BT, wilayah Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Maros-Pangkep. Tim SAR mencatat serpihan meliputi bagian badan pesawat, puntak yang terbuka, serta ekor pesawat di lereng bawah lokasi.
Pesawat ATR 42-500 tersebut membawa 11 orang penumpang dan kru, dengan rute Yogyakarta-Makassar, hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) pukul 13.17 WITA. Kru pesawat terdiri atas Captain Andy Dahananto, Yudha Mahardika, Captain Sukardi, Hariadi, Franky D Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita. Penumpang atas nama Deden, Ferry, dan Yoga.
Operasi SAR saat ini masih berlangsung dan melibatkan unsur Basarnas Makassar, TNI, Polri, AirNav, Paskhas, BPBD, serta dukungan masyarakat setempat, dengan fokus utama evakuasi korban dan pengamanan lokasi pesawat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Banjir di Jakarta Sebabkan KA Taksaka Jogja-Gambir Dibatalkan
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Harga Cabai Rawit Rp49.850 per Kg, Telur Rp32.100 per Kg
- Bali Jadi Destinasi Terbaik Dunia 2026 Versi TripAdvisor
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Korban Serangan AS ke Venezuela Tembus 83 Orang
- UGM Ciptakan Padi Gamagora 7, Solusi Tinggi Gizi dan Tahan Hama
- Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
- Longsor Tebing Batu Kapur di Tepus Rusak Tiga Rumah Warga
Advertisement
Advertisement



