Pandemi Tak Surutkan Kinerja BPKH

Kepala Pelaksana BPKH, Anggito Abimanyu menyampaikan capaian-capaian BPKH pada 2020 via telekonferensi Zoom pada Rabu (13/1). (ist - Tangkapan Layar Zoom)
14 Januari 2021 06:17 WIB Catur Dwi Janati News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pandemi tak menyurutkan kinerja Badan Pengelola Keungan Haji (BPKH)  dalam mencapai target-target kinerjanya. Sejumlah target kinerja BPKH RI sukses terealisasi di 2020 bahkan melebihi target.

Kepala Pelaksana BPKH, Anggito Abimanyu menjelaskan jika saldo dana haji pada 2020 alami kenaikan sebanyak 15,08% dari Rp124,32 triliun di 2019 menjadi Rp143,1triliun di 2020. "Pencapaian 2020 melebihi target dana kelolaan yang ditetapkan BPKH 2020 sebesar Rp139,5 triliun," jelasnya pada Briefing Kinerja dan Perkembangan Dana Haji, Rabu (13/1) via telekonferemsi Zoom meeting.

Saldo dana haji dijelaskan Anggito digunakan untuk untuk investasi dan ditempatkan di perbankan syariah. "Sebanyak 69,57 persen saldo dana haji digunakan untuk investasi dan 30,43 persen ditempatkan di perbankan syariah," ujarnya.

Nilai manfaat yang dibagikam kepada calon jemaah haji tunggu disebutkan Anggito mencapai Rp7,46 triliun. "Dalam waktu dekat BPKH akan meluncurkan Integrasi Sistem Keuangan Haji bersama Kementrian Agama dalam program Transformasi Digital," jelasnya.

Secara terperinci, beberapa cakupan target BPKH RI disampaikan anggota BPKH RI, Acep Riana Jayaprawira. Acep menyebut dari 69,57% saldo dana haji yang digunakan investasi dari target Rp107,8 triliun, terealisasi Rp99,53 triliun atau setara 92,78%.

Sedangkan penempatan saldo haji yang ditargetkan Rp32,29 triliun, melampui capaian yakni sebesar Rp43,53 atau setara 34,81%.

Dari segi kekayaan, Acep menerangkan jika kekayaan BPKH meningkat sebesar 15%. Pada 2020 kekayaan BPKH mencakup dana penyelenggaraan ibadah haji sebesar Rp139,41 triliun ditambah dana abadi umat sebesar Rp3,65 triliun. "Tahun 2020, kekayaan BPKH RI tumbuh 15 persen dibandung tahun sebelumnya. Penambahan kekayaan berasal dari setoran jemaah baru dan nilai manfaat," terangnya.

Perolehan nilai manfaat dituturkan Acep juga naik di 2020 mencapai Rp7,46 triliun atau naik sebesar 2,33% dari 2019 yang sebesar 7,28%. Capaian ini juga melampui target perolehan nilai manfaat 2020 yang dipatok di angka 7,15% atau mencapai 104,34%. Acep berharap capaian kinerja BPKH RI di 2021 dapat lebih baik lagi dari capaian yang telah diraih. (ADV)