Rafale Ikut Manuver HUT Ke-81 RI, Punya Kecepatan Mach 1,8
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.
Planet Bumi/Youtube
Harianjogja.com, JAKARTA - Konsentrasi CO2 di atmosfer meningkat setiap tahun. Tingkat karbon dioksida di atmosfer tahun ini akan 50 persen lebih tinggi daripada sebelum revolusi industri karena emisi buatan manusia.
Prediksi Met Office Inggris yang dilansir dari Phsy.org menyebut konsentrasi CO2 rata-rata tahunan yang diukur di Mauna Loa Observatory di Hawaii pada tahun 2021 akan menjadi sekitar 2,29 bagian per juta (ppm) lebih tinggi daripada pada 2020.
Dikatakan konsentrasi CO2 akan melebihi 417 ppm di beberapa titik antara April dan Juni, 50 persen lebih tinggi dari 278 ppm yang ada di akhir abad ke-18 ketika era industri dimulai.
Ini terlepas dari penurunan emisi gas rumah kaca yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2020 karena pandemi.
"Karena CO2 tinggal di atmosfer untuk waktu yang sangat lama, emisi setiap tahun bertambah dengan tahun-tahun sebelumnya dan menyebabkan jumlah CO2 di atmosfer terus meningkat," kata Richard Betts, produser utama perkiraan CO2 tahunan Met Office.
"Meskipun pandemi COVID-19 berarti bahwa lebih sedikit CO2 yang dikeluarkan di seluruh dunia pada tahun 2020 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, itu masih menambah penumpukan yang sedang berlangsung di atmosfer."
Mauna Loa terus memantau tingkat CO2 di atmosfer yang berfluktuasi menurut musim tetapi terus meningkat setiap tahun sejak 1958.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan emisi dari energi, produksi makanan, transportasi dan industri harus turun lebih dari 7 persen setiap tahun selama dekade berikutnya untuk menjaga agar tujuan suhu dari kesepakatan iklim Paris tetap berjalan.
Kesepakatan 2015 memerintahkan negara-negara untuk membatasi pemanasan global sampai "jauh di bawah" dua derajat Celcius (3,6 Fahrenheit) di atas tingkat pra-industri, dan 1,5C jika memungkinkan.
Dengan pemanasan lebih dari 1C sejauh ini, Bumi telah dilanda peristiwa cuaca ekstrem seperti banjir, kekeringan, dan badai tropis yang dipicu oleh kenaikan permukaan laut.
Kantor Met mengatakan butuh sekitar 200 tahun agar konsentrasi CO2 meningkat 25 persen sejak era industri dimulai.
"Tapi sekarang hanya 30 tahun kemudian kami mendekati peningkatan 50 persen," kata Betts.
"Membalikkan tren ini dan memperlambat kenaikan CO2 di atmosfer akan membutuhkan pengurangan emisi global, dan menghentikannya akan membutuhkan penurunan emisi global ke nol bersih."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Bimbel gratis di Prawirodirjan digelar lima kali sepekan untuk meningkatkan kemampuan belajar anak dan memperluas akses pendidikan.
Prabowo rayakan kemenangan Indonesia atas Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 4-2 lewat adu penalti di SUGBK.
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti usai bermain 2-2 selama 120 menit.
Pemkot Jogja mengandalkan event sepanjang tahun dan sport tourism untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan serta mendongkrak omzet UMKM.