Jack Ma Belum Muncul Setelah Kritik Pemerintah China, Spekulasi Bergulir

Jack Ma - Antara/Zabur Karuru
04 Januari 2021 15:07 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Absennya Jack Ma dari penjurian ajang pencarian bakat Africa’s Business Heroes memunculkan spekulasi hilangnya orang super kaya tersebut setelah sempat mengkritik pemerintah China dengan menyebutnya ketinggalan zaman.

Jack Ma diketahui tidak lagi muncul di depan publik selama dua bulan. The Telegraph melaporkan bahwa pendiri Alibaba ini digantikan oleh eksekutif Alibaba pada penjurian ajang pencarian bakat bagi wirausaha Afrika.

Gambarnya juga telah dihapus dari situs promosi acara. Juru bicara Alibaba mengatakan bahwa Ma tidak dapat berpartisipasi sebagai juri lantaran masalah jadwal.

Ma menyampaikan pidato kontroversial di Shanghai pada 24 Oktober yang mengkritik sistem regulasi China karena menghambat inovasi dan menyamakan aturan perbankan global dengan 'klub orang tua'.

“Sistem keuangan saat ini adalah warisan dari Era Industri… Kita harus menyiapkan generasi baru dan generasi muda. Kita harus mereformasi sistem saat ini,” seperti dikutip dari Yahoo Finance, Senin (4/1/2021).

Business Insider melaporkan bahwa Ma juga menyebut bank-bank negara itu sebagai 'pegadaian'. “Hipotek dan jaminan adalah untuk pegadaian, tetapi jika kita bertindak ekstrem dengan hanya mengandalkan aset agunan, perusahaan tertentu akan menjaminkan semua aset mereka, dan tekanan [untuk mereka] sangat besar,” kata Ma.

Tidak beberapa setelah itu, rencana IPO Ant Group Co. senilai US$37 miliar di bursa saham Hong Kong dan Shanghai ditunda, meski telah mendapat lampu hijau dari pengawas sekuritas China. Shanghai Stock Exchange mengatakan terdapat permasalahan pada perubahan kondisi peraturan teknologi finansial.

“Terkadang sulit melihat dengan jelas dan memahami di mana batas Anda. [Ma] punya banyak batasan, yaitu Presiden Xi. Dia tidak akan menang melawannya,” kata Eric Schiffer, CEO Patriarch Organization, perusahaan ekuitas swasta di Los Angeles.

Sepekan setelah pembekuan pencatatan saham perdana, otoritas antitrust mengeluarkan 22 halaman aturan anti-monopoli. Kebijakan ini disinyalir untuk menekan Ma dan pebisnis lainnya agar tidak besar kepala.

Ada juga pedoman baru yang harus dihadapi beberapa konglomerat besar seperti Ant yang terlibat dalam keuangan, serta pemberi pinjaman dan asuransi online.

Jack Ma telah meraup 35 miliar euro setelah menciptakan Alibaba, Amazon versi Asia. Daily Mail melaporkan bahwa peringkat Jack Ma sebagai orang terkaya di China turun ke posisi tiga berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, pada Sabtu (2/1/2021). Pemimpin marketplace Pinduoduo Colin Huang telah mengalahkan Ma.

Ma semakin bentrok dengan rezim karena preferensinya untuk ekonomi yang lebih terbuka dan market driven. Sejauh ini tidak ada indikasi bahwa dia mengalami cedera fisik.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia