Kematian akibat Kecelakaan Pesawat Justru Naik di Masa Pandemi

Pesawat Boeing yang dioperasikan Aerolineas Argentina terparkir di Bandara Buenoes Aires. - Sarah Pabst/Bloomberg
03 Januari 2021 19:07 WIB Annisa Sulistyo Rini News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Walaupun jumlah penerbangan pada masa pandemi Covid-19 anjlok, jumlah penumpang yang meninggal akibat kecelakaan pesawat komersial justru meningkat pada 2020 lalu.

Dilansir bbc.com, Minggu (3/1/2021) konsultan penerbangan Belanda To70 merilis laporan bahwa pada 2020 tercatat ada sebanyak 299 kematian pada kecelakaan pesawat komersial di seluruh dunia. Angka ini naik dibandingkan dengan 2019 sebesar 257 korban meninggal.

Sementara, situs tracking Flightradar 24 melaporkan penerbangan komersial sepanjang tahun lalu anjlok 42 persen dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan pernyataan To70, angka kematian yang dirilis termasuk jumlah dari kecelakaan pesawat penumpang besar, salah satunya yang disebabkan tindakan yang melanggar hukum, seperti penembakan pesawat terbang.

Seperti diketahui, pada 2020 pesawat Ukraine International Airlines ditembak jatuh oleh tentara Iran pada akhir Januari. Pemerintah Iran pun berencana memberikan US$150.000 kepada setiap keluarga dari 176 penumpang yang meninggal pada kecelakaan tersebut.

Angka kematian 2020 juga disumbang oleh kecelakaan di Karachi, Pakistan, di mana sebanyak 98 orang meninggal dunia ketika pesawat Pakistan International Airlines terjatuh di Ibu Kota. Laporan awal menyebutkan kecelakaan tersebut disebabkan oleh human error.

Dari jumlah kecelakaan, To70 menyatakan jumlahnya menurun dari 86 pada 2019 menjadi 40 kasus. Hanya 5 dari 40 kecelakaan tersebut masuk ke kategori fatal.

Walaupun tingkat fatalitas dari kecelakaan pada 2020 mendekati rerata angka selama 10 tahun terakhir, To70 menyataan bahwa hanya sedikit penerbangan yang memiliki peningkatan signifikan pada aspek kru.

Tingkat keamanan dunia aviasi paling tinggi tercatat pada 2017. Pada tahun tersebut, tidak ada kecelakaan pesawat penumpang yang fatal.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia