Gedung Putih Habiskan Rp600 Juta untuk Bersihkan Karpet Bekas Donald Trump

Presiden Ameriksa Serikat (AS), Donald Trump. - Reuters/Jonathan Ernst
31 Desember 2020 12:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, AMERIKA - Gedung Putih menghabiskan dana besar sekitar $ 44.000 atau setara Rp600 jutaan untuk membersihkan karpetnya dari jejak pemerintahan Donald Trump yang sudah terinfeksi Covid-19.

Melansir dari Suara.com--jaringan Harianjogja.com yang disadur dari New York Post Kamis (31/12/2020), pembersihan karpet ini dilakukan sebelum Presiden Joe Biden mengambil alih pemerintahan di tengah pandemi virus corona.

Menurut dokumen keuangan federal, jumlah fantastis itu dianggarkan untuk "Pembersihan Karpet Peresmian" di dalam Gedung Putih yang memiliki 132 ruangan.

Baca juga: Tahun Baru, Tebing Breksi Gelar Pentas Seni Virtual

Dalam laporan yang ditayangkan pertama kali oleh TMZ, tidak dijelaskan berapa banyak ruangan yang akan memiliki karpet baru.

Pembersihan secara besar-besaran di rumah kepresidenan sebelum hari pelantikan adalah hal yang sering dilakukan, tapi kali ini pembersihannya lebih mendalam karena virus corona.

Donald Trump, Melania Trump dan putra mereka, Barron semuanya tertular virus corona, begitu juga dengan orang lain di lingkaran mereka.

"Selama transisi, GSA bekerja sama dengan Kantor Eksekutif Presiden untuk memastikan semua area bangunan disiapkan untuk Administrasi yang masuk dan diselesaikan dalam kerangka waktu yang dialokasikan," kata juru bicara Administrasi Layanan Umum pada Telegraph.

Perwakilan tersebut mengatakan pembersihan menyeluruh akan mencakup disinfektan di semua barang yang sering disentuh.

Baca juga: Nekat Berwisata ke Bantul Malam Tahun Baru, Ini Risikonya!

"Semua furnitur, lantai, perawatan jendela, pegangan tangan, kenop pintu, sakelar lampu, meja, tombol lift, dan perlengkapan kamar kecil."

Seorang pejabat Gedung Putih sebelumnya mengatakan kepada CNN bahwa kediaman eksekutif akan dibersihkan dan kemungkinan disemprot "dengan cara yang sama seperti Sayap Barat dan bagian Gedung Putih lainnya sejak peraturan dan pedoman Covid-19 diterapkan beberapa bulan yang lalu."

Sumber : suara.com