Ditangkap KPK, Calon Petahana Ini Tetap Raup Banyak Suara di Pilkada 2020

Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo. - Antara
17 Desember 2020 21:37 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Banggai Laut sekaligus calon petahana pada Pilkada 2020, Wenny Bukamo, dalam sebuah operasi tangkap tangan pada 3 Desember 2020.

Meski kena OTT, perolehan suara Wenny masih menempati posisi runner up dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Banggai Laut yang digelar pada 9 Desember 2020 lalu. 

Wenny yang berpasangan dengan Ridaya La Ode Ngkowe diusung PDI Perjuangan. Berdasarkan data pilkada2020.kpu.go.id, Wenny - Ridaya memperoleh suara sebanyak 26,5 persen atau 10.765 suara.

Sementara peringkat pertama diraih pasangan Sofyan Kaepa - Ablit yang memperoleh suara sebanyak 34,7 persen. Wenny masih ungguh dari pasangan Tuty Hamid - Richard Brynwerd Schwaner (26,4 persen) dan Rusli Banun - Basri yang hanya 12,4%.

Sebelumnya, KPK mengamankan 16 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Luwuk, Sulawesi Tengah, Kamis (3/12/2020). 

Belasan orang yang diamankan itu yakni, Bupati Banggai Laut, Wenny Bukam, pejabat Pemkab Banggai Laut dan sejumlah pihak swasta. 

"Pihak yang diamankan sejauh ini ada 16 orang, diantaranya adalah Bupati Banggai laut, pejabat dilingkungan pemkab banggai laut dan beberapa pihak swasta," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri  Jumat (4/12/2020).

Wenny Bukamo dan 15 orang lainnya itu dijaring tim Satgas KPK lantaran diduga terlibat transaksi suap. Ali mengemukakan bahwa Wenny Bukamo diduga menerima suap dari pihak kontraktor. 

"Dugaan korupsi dalam kasus ini terkait dengan pemberian sejumlah uang dari pihak swasta atau kontraktor pelaksanan pekerjaan kepada penyelenggara negara dalam hal ini diduga diterima oleh bupati banggai laut," kata Ali.

 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia