Tetra Pak Luncurkan Booth Edukasi di Taman Pintar 

Peresmian booth Tetra Pak/Ist
14 Desember 2020 14:52 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Tetra Pak® Indonesia mengumumkan pembukaan booth edukasi interaktifnya di Taman Pintar, sebuah kawasan dan tujuan rekreasi utama yang terletak di Kota Yogyakarta. Acara peluncuran yang bertema “Serunya Kelola Kemasan Karton Bekas Minum #LipatLetakLepas”, ini diadakan di area taman dan dihadiri oleh tamu kehormatan, seperti Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi serta para tamu undangan lainnya.

Pada acara tersebut, Tetra Pak juga mengumumkan kemitraan mereka dengan RAPEL, mitra pengumpulan sampah rumah tangga dan industri sesuai permintaan. Dalam pidato sambutannya, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyatakan, “Kami menghargai Tetra Pak atas kontribusi dan upayanya dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah dan daur ulang di Yogyakarta dan di daerah lain di Indonesia. Instalasi baru ini sejalan dengan upaya kampanye dan daur ulang kami di sini. Pengelolaan sampah yang tepat dan mengembangan ekonomi sirkuler tidak hanya membantu melestarikan planet ini tetapi juga berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang bagi masyarakat. Kami mendorong warga Yogyakarta untuk mengunjungi booth ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang pemilahan sampah dan daur ulang kemasan karton bekas minum," kata Heroe.

Peresmian booth Tetra Pak yang akan dibuka untuk umum mulai hari ini, bertujuan untuk melibatkan pengunjung dalam perjalanan kemasan karton Tetra Pak - mulai dari mempelajari bahan-bahan penyusun karton hingga memahami apa yang dilakukan paska konsumsi. Pengunjung juga akan belajar tentang pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab, proses 3L #LipatLetakLepas,
daur ulang karton dan produk akhir apa yang dapat dihasilkan dari daur ulang kemasan karton bekas minum.

Berdasarkan studi yang dilakukan di lima kota besar di Indonesia, hampir separuh masyarakat setempat mulai memilah sampahnya di rumah. Di antara mereka yang telah memilah sampah, 77,6 persen sudah mulai memisahkan sampahnya menjadi dua kategori, basah dan kering . Meskipun persentase ini tinggi, guna memastikan efisiensi daur ulang, masih ada kebutuhan untuk mengedukasi
konsumen untuk memisahkan jenis sampah lebih dari dua kategori ini.

“Kami akan terus mengedukasi dan menginformasikan kepada konsumen tentang pentingnya memilah sampah ke dalam kategori lain, seperti kemasan karton bekas minum (UBC). Dengan berbagi lebih banyak tentang apa yang membuat karton Tetra Pak dan kemampuan daur ulangnya, konsumen bisa mendapatkan informasi yang lebih baik. Lebih dari 70% karton Tetra Pak terbuat dari kertas karton dari
hutan yang dikelola secara bertanggung jawab dan sumber terkontrol lainnya; Artinya bisa didaur ulang dan dijadikan berbagai produk seperti kertas daur ulang, lembaran atap dan furnitur yang terbuat dari PolyAl, ”ujar Reza Andreanto, Sustainability Manager Tetra Pak Indonesia.

“Indonesia adalah salah satu negara penghasil kertas terbesar di ASEAN dan negara ini mengimpor sekitar 4,5 juta ton limbah kertas untuk dijadikan bahan baku industri penghasil kertas. Hal ini merupakan sebuah bukti bahwa kemasan karton bekas minum memiliki potensi yang sangat besar!” tambah Andreanto.

Kepala Taman Pintar Yogyakarta menekankan pentingnya edukasi pengelolaan sampah sembari mempertunjukkan booth kepada para peserta. “Kami berterima kasih kepada Tetra Pak karena telah menciptakan pengalaman interaktif yang menyenangkan tentang keberlanjutan dan pengelolaan sampah. Dengan rata-rata satu juta pengunjung per tahun, manajemen Taman Pintar percaya bahwa
booth edukasi ini akan membantu memperkuat upaya edukasi pengelolaan sampah dan akan berdampak positif bagi masyarakat kami di Yogyakarta dan di Indonesia ", tutur Afia Rosdiana.

Dalam acara tersebut, Tetra Pak juga mengumumkan kemitraan baru mereka dengan RAPEL, sebuah mitra pengumpul sampah rumah tangga dan industri sesuai permintaan. RAPEL adalah aplikasi online yang dapat diunduh pengguna yang memungkinkan mereka untuk menjual sampah anorganik yang sudah dipilah ke dalam kategori dan masih memiliki nilai, seperti kemasan karton bekas minum (UBC).
Sampah tersebut kemudian akan dijual kepada kolektor atau agen pengepul sampah yang menjadi mitra aplikasi, dimana baik pengguna maupun pengumpul akan mendapatkan poin yang dapat mereka tukarkan dengan berbagai hadiah. Melalui kemitraan strategis dengan RAPEL ini, Tetra Pak membantu untuk memperluas peluang pasar pada material daur ulang sambil mendukung pengumpulan lokal dan
infrastruktur pemilahan untuk UBC.

Marta Yenni, Liaison Assitant di RAPEL, berkomentar, "Kolaborasi dengan Tetra Pak Indonesia tidak hanya akan membantu membawa aplikasi inovatif kami ke lebih banyak konsumen, tetapi juga akan membantu pengelolaan sampah dan pengurangan timbulannya di Yogyakarta serta berkontribusi terhadap implementasi ekonomi sirkuler."

Booth interaktif dan kolaborasi dengan RAPEL adalah bagian dari upaya Tetra Pak Indonesia yang lebih luas untuk mengembangkan ekosistem pengelolaan sampah yang kuat dengan melibatkan pelanggan, perusahaan pengelolaan limbah, pendaur ulang, pemerintah daerah, asosiasi industri, dan pemasok peralatan. Dengan tujuan untuk mendaur ulang lebih dari 13.000-ton kemasan karton bekas
minum (UBC) tahun depan, Tetra Pak berharap dapat melibatkan lebih banyak mitra daur ulang serta mendorong kegiatan pemilahan di sumbernya lebih jauh di Jawa dan Bali.