Kendaraan Tempur dan Aparat Bersenjata Disiagakan di RS Polri Kramat Jati

Prajurit TNI AD berbaris di depan Gedung Promoter Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, beberapa saat menjelang kedatangan jenazah pengikut MRS yang tewas ditembak polisi di Tol Jakarta -Cikampek, Senin (7/12/2020). - Antara
08 Desember 2020 08:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Dokter forensik Arif Wahyono membenarkan enam jenazah pengikut Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang tewas di Tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12/2020) dini hari, berada di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Iya," kata Arif melalui pesan singkat saat dikonfirmasi terkait keberadaan jenazah enam pengikut MRS di RS Polri.

Dia tidak berkomentar lebih jauh terkait penanganan tim forensik terhadap keenam jenazah tersebut. Sementara itu, sejumlah aparat berseragam TNI AD berikut satu unit panser bersiaga di sekitar pelataran parkir Gedung Promoter RS Polri sejak sore hari.

BACA JUGA : 6 Anggota FPI Tewas, Rachland Nashidik: Penembakan 

Panser tiba di RS Polri Kramat Jati pukul 14.30 WIB lalu parkir di bagian Gedung Rawat Inap Utama. Di waktu yang sama sedikitnya dua truk batalion kavaleri mengangkut puluhan personel bersenjata lengkap terparkir depan Gedung Promoter.

Seperti diketahui, petugas Polda Metro Jaya menembak enam orang pengikut MRS karena melakukan penyerangan terhadap petugas yang sedang bertugas penyelidikan.

BACA JUGA : Komnas HAM Investigasi Penembakan Tewaskan 6 Orang

"Terhadap kelompok MRS yang melakukan penyerangan kepada anggota dilakukan tindakan tegas dan meninggal dunia sebanyak enam orang," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya.

Kendaraan tempur jenis panser TNI AD parkir di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, beberapa saat menjelang kedatangan jenazah pengikut Rizieq Shihab yang tewas ditembak polisi di Tol Jakarta -Cikampek, Senin (7/12/2020)./Antara

Fadil menjelaskan kejadian itu terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta- Cikampek KM 50 Karawang, Jawa Barat.

Sumber : Antara