PNBP Visa Naik, Imigrasi Kantongi Rp2,8 Triliun pada Semester I
PNBP visa Ditjen Imigrasi naik 6,42% menjadi Rp2,81 triliun pada semester I 2026 di tengah penguatan layanan dan pengawasan keimigrasian.
Ilustrasi gelombang panas/iop.org
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebanyak lebih dari miliar orang di Asia dapat mengalami gelombang panas mematikan pada tahun 2050 sebagai akibat dari perubahan iklim yang memburuk, menurut laporan baru oleh perusahaan konsultan McKinsey Global Institute (MGI).
Pemodelan dalam laporan tersebut menguraikan bahwa panas yang parah hanyalah salah satu dari perkiraan risiko utama untuk benua di bawah RCP8.5, situasi skenario terburuk yang dapat terjadi tanpa tindakan kolektif untuk mengurangi emisi karbon.
Tanpa tindakan yang jauh lebih baik untuk mencapai tujuan Perjanjian Paris, Asia diperkirakan akan melihat kenaikan suhu lebih dari dua derajat dari tingkat pra-industri.
Sementara sebagian besar risiko terletak di negara-negara Asia subkontinental seperti India, Bangladesh, dan Pakistan, Asia Tenggara juga akan menghadapi kondisi panas yang lebih sering dan berbahaya, terutama Vietnam.
Berdasarkan laporan MGI yang dirilis pada 24 November, itu berarti kejadian panas mematikan yang lebih teratur dan sangat mengurangi jam kerja di luar ruangan yang aman, faktor yang diperparah di Asia Tenggara dengan penyebaran urbanisasi yang cepat dan prediksi pergeseran operasi manufaktur ke wilayah tersebut dari China.
Efek arus ke pertanian juga diperkirakan akan memberikan tekanan yang lebih besar pada populasi.
Di Asia Tenggara - berlabel Emerging Asia dalam laporannya - hasil tanaman penting seperti beras, jagung, dan kedelai akan menjadi lebih tidak terduga, memengaruhi harga konsumen dan mata pencaharian petani. Singapura berada dalam kategori terpisah yang disebut Asia Lanjutan.
“Risiko iklim dan respons adalah salah satu keharusan, jika bukan keharusan bagi generasi kita,” Oliver Tonby, Ketua Asia McKinsey & Company, dilansir dari CNA.
“Perubahan iklim kita sudah mulai merasakannya dengan cara yang signifikan dan jika kita terus berjalan dengan lambat saat ini, konsekuensinya adalah akan menjadi bencana, terutama untuk Asia, ”katanya.
DAMPAK FINANSIAL
Dampak finansial terhadap perekonomian bisa sangat mengejutkan antara US$2,8 triliun dan US$4,7 triliun dari PDB kolektif di Asia akan berisiko setiap tahun akibat peningkatan panas dan kelembapan.
Tonby mengatakan salah satu maksud laporan tersebut adalah untuk memberikan nilai dolar pada kerusakan yang mungkin terjadi dengan harapan akan memicu tindakan dari pemerintah dan perusahaan.
“Penting untuk memiliki dasar fakta dalam debat ini. Bagi orang-orang tertentu, penting dibicarakan apa pengaruhnya dari segi moneter, ”ujarnya.
“Kami ingin melukis gambaran yang realistis. Angka-angka itu sendiri dan pesannya sendiri mengejutkan. Ini menggambarkan pentingnya risiko iklim, keberlanjutan, dalam konteks tertentu dan mudah-mudahan dapat memacu lebih banyak tindakan. Itu idenya," lanjutnya.
Kondisi kekeringan terburuk yang pernah tercatat di kawasan Asia selama lima tahun terakhir, dengan 70 persen wilayah daratan Asia Tenggara terpengaruh dan sekitar 60 persen populasi kawasan itu terpapar pada puncak kondisi kering, menurut penelitian tersebut.
“Ancaman kekeringan yang selalu ada, dengan dampak yang menghancurkan di seluruh kawasan Asia Tenggara, adalah ciri khas dari krisis iklim,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB dan Sekretaris Eksekutif ESCAP Armida Salsiah Alisjahbana dalam sebuah pernyataan pada 27 November.
“Panas ekstrem merupakan masalah yang belum mendapat perhatian penuh dari para pelaku dan pemangku kepentingan nasional dan daerah,” ujar Albert Salamanca, seorang peneliti senior yang berbasis di Bangkok di Institut Lingkungan Stockholm.
Fenomena pulau panas perkotaan juga merupakan hambatan yang berkembang untuk produktivitas dan kesehatan, karena peningkatan massa termal menambah suhu di kota-kota besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
PNBP visa Ditjen Imigrasi naik 6,42% menjadi Rp2,81 triliun pada semester I 2026 di tengah penguatan layanan dan pengawasan keimigrasian.
Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan Sekolah Rakyat memberi akses pendidikan layak bagi lebih dari 43 ribu anak hingga Agustus 2026.
Profil Jorge Messi, ayah sekaligus manajer Lionel Messi yang berperan dalam karier, kontrak, bisnis, hingga perjalanan Messi ke Barcelona.
PSS Sleman menang 1-0 atas Kendal Tornado FC. Pieter Huistra puas memberi menit bermain 45 menit kepada dua komposisi tim berbeda.
Penembakan terjadi sekitar 500 meter dari pintu masuk FBLB 2026 di Walesi. Dua warga sipil terluka dan dirawat di RSUD Wamena.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.