Advertisement
2 Gerhana Akan Terjadi dalam Periode 35 Hari
Gerhana matahari total di Sumatra Barat - Antara/Iggoy el Fitra
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Para astronom menyebut akhir tahun ini menjadi musim gerhana. Bumi akan melihat dua gerhana dalam periode 35 hari.
Di Amerika Utara, gerhana Bulan penumbral berlangsung pada 30 November. Gerhana penumbra adalah hasil dari perjalanan Bulan melalui bayangan terluar Bumi, yang menghasilkan kegelapan di satelit bulan ketika Bumi dan Bulan sejajar hampir sempurna dengan Matahari. Ini menandai awal dari "musim gerhana" menurut para astronom.
Advertisement
Dalam istilah astronomi, musim gerhana adalah titik dalam satu tahun di mana setidaknya dua gerhana terjadi dalam kurun waktu 35 hari.
Gerhana kedua musim ini terjadi pada 14 Desember. Amerika Selatan akan melihat gerhana Matahari total pada tanggal ini. Sementara Chili dan Argentina akan menjadi penyumbang utama Bulan yang bergerak di depan Matahari dari sudut pandang Bumi.
Selama satu tahun kalender,setidaknya ada antara empat dan tujuh gerhana baik Bulan atau Matahari. Mereka muncul dalam siklus 173,3 hari, hanya dalam waktu enam bulan.
Alasan mereka datang adalah karena sudut Bulan mengorbit Bumi. Perjalanan Bulan mengelilingi planet kita tidak datar, melainkan sedikit melenceng pada sudut lima derajat. Ini berarti bahwa sebagian besar Bulan atau Bulan Purnama baru sedikit terlalu utara atau terlalu selatan untuk terjadinya gerhana.
Akan tetapi, ketika gerhana bulan terjadi, di mana Bumi membuat bayangan di Bulan, gerhana Matahari akan segera menyusul saat satelit Bulan mengayun mengelilingi planet untuk kemudian menghalangi cahaya dari Matahari.
"Dua kali setiap bulan, saat Bulan mengelilingi Bumi dalam orbitnya, bulan melintasi ekliptika (bidang orbit Bumi) pada titik-titik yang disebut node. Jika Bulan bergerak dari selatan ke utara, itu disebut simpul menaik Bulan, dan jika Bulan bergerak dari utara ke selatan, itu disebut simpul Bulan yang menurun. Setiap kali titik Bulan menunjuk langsung ke Matahari, peristiwa penting itu menandai pertengahan musim gerhana," tulis Earth Sky seperti dikutip dari Express UK, Selasa (1/12/2020).
Penjajaran Bulan, Matahari, dan Bumi paling tepat saat gerhana terjadi di tengah musim gerhana, dan paling tidak saat gerhana terjadi di awal, atau akhir, musim gerhana. "Gerhana bulan apa pun yang terjadi di awal atau akhir musim gerhana menghadirkan gerhana bulan penumbral, sedangkan gerhana matahari apa pun yang terjadi di awal atau akhir musim gerhana menampilkan gerhana matahari parsial yang minim," jelas situs astronomi itu.
Tahun 2020 dimulai dengan musim gerhana dan akan berakhir dengan cara yang sama, yang pertama dimulai pada Boxing Day, 2019, dan berlanjut hingga 10 Januari 2020. Ini diikuti oleh gerhana Bulan pada 5 Juni, dan gerhana Matahari pada 21 Juni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Simeulue Akibat Subduksi Lempeng
- PWI Kecam Intimidasi Wartawan di Laga Malut United
- Jenazah Vidi Aldiano Dimakamkan di Tanah Kusir, Dekat Makam Bung Hatta
- Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Deddy Corbuzier: Hati Saya Sangat Hancur
- Ada Diskon Tol 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Daftar Ruasnya
Advertisement
Dishub Kulonprogo Perketat Ramp Check Bus Jelang Mudik Lebaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Waspadai Bahaya Makanan Ultra Proses Pemicu Peradangan Kronis di Tubuh
- Pemerintah Jamin Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran 2026
- Waspada Angin Kencang di Perairan Bali Berlaku Hingga 11 Maret 2026
- Satpol PP Bantul Tertibkan Anak Jalanan di Simpang Wiyoro Banguntapan
- Strategi Bijak Kelola Dana THR agar Tabungan Tetap Aman
- Perbandingan Nutrisi Ubi Jalar dan Kentang Putih untuk Gula Darah
- Hindari Motor, Bus Ringsek Tabrak Pohon di Ring Road Selatan Bantul
Advertisement
Advertisement








