Paslon Pilkada Kota Magelang Adu Kebijakan Tanggapi Jalan Tol Semarang-Jogja

Suasana Debat Publik Putaran Ketiga Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang pada Minggu (29/11/2020) malam./Ist-dok KPU Kota Magelang. - Harian Jogja/Nina Atmasari.
29 November 2020 23:47 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG--Debat Publik Putaran Ketiga Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang digelar pada Minggu (29/11/2020) malam berl. Debat yang merupakan putaran terakhir ini berjalan landai di awal acara.

Dua pasang calon beradu strategi menyikapi adanya pembangunan Jalan Tol Semarang-Jogja yang akan melintas di Kota Magelang, jika mereka terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang 2020-2025.

Calon wali kota nomor urut dua Aji Setyawan yang diberi kesempatan pertama untuk menjawab mengatakan dalam sinkronisasi program pusat dan daerah, semuanya harus satu nafas eksekutif dan legislatif. Dalam kemajemukan ini, Pemkot Magelang sudah mengalokasikan terobosan pada penetaan 2021, aksesiblitas ekonomi, exit tol Magelang-Jogja di Kota magelang.

BACA JUGA : Kasus Covid-19 di Magelang Mayoritas Klaster Keluarga

"Reaktivasi rel kereta api Semarang-Jogja dipastikan tidak melewati kerumunan penduduk dan tengah kota. Ada usulan dilewatkan di pinggir Kota Magelang, dan stasiun di terminal Tidar. Ini wujud untuk menurunkan resistensi pada msyarakat," jelasnya.

Calon wakil wali kota pasangannya, Windarti Agustina menambahkan pihaknya akan mendukung keberadaan tol dengan keberadaan exit tol di Kota Magelang, ada market place UMKM Kota Magelang, pelatihan teknologi untuk peamasarakn UMKM secara online dan offline.

"Apalagi di masa pemulihan pandemi, kita persiapkan pemasaran digital, jadi UMKM terfasilitasi lewat exit tol maupun jalur kereta api," jelasnya.

Adapun calon wali kota nomor urut satu, M. Nur Aziz menyebut jalan tol merugikan Kota Magelang, tapi Pemda harus taat. Karenanya, Kota Magelang harus mencari daya tarik, mendorong program dari diri sendiri misalnya disemangatkan dengan olahraga masyarakat. "Kami akan buat semarak, dengan budaya lokal, event olahraga tingkat nasional, dan makanan," katanya.

Adapun Adapun calon wakil wali kota pasangannya, H.M. Mansyur menyebut ada tiga hal yang akan dikembangkan di Kota Magelang. "Kota magelang harus fun, food and fashion," katanya.

Tajam di Akhir

Kalimat tajam baru muncul di segmen kelima yakni saat para pasangan calon saling bertanya. Dalam tema kedua, pasanganAji Setyawan bertanya pada pasangan nomor urut satu, tentang bagaimana politik anggaran di dalam implemetasi tahun 2021 masalah kesehatan.

"Dan jika di tengah perjalanan tidak mencukupi, bagaimana mensiasati karena pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, bagaimana memberi solusi tanpa menabrak rule sebagai kepala pemerintahan?" tanyanya.

BACA JUGA : Kecelakaan Maut Jalan Magelang Sleman, 4 Korban Tewas

Aziz menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan penetapan anggaran untuk kesehatan APBD kalau tidak mencukupi maka wali kota dan wakil wali kota akan mengajukan perubahan anggaran. "Sebab kita harus hadir dalam langkah kehidupan warga, tidak bisa lari. Jika anggaran tidak terduga nilainya sedikit, nanti kita ajukan, kita akan ubah, agar anggaran itu bisa dilaksanakan, sehingga bidang kesehatan bisa berjalan dengan baik," katanya.

Calon wakil wali kota pasangannya, Mansyur menambahkan anggaran masih bisa diubah dengan perubahan, dan dipastikan jangan sampai bocor dan harus sesuai plafon. "Aparat harus jujur, jika dikendalikan dan perencanaan maka tidak akan kolaps dan harus dengan jujur, ketelitian dan kewaspadaan," katanya.

Di sisa waktu Aziz menambahkan bila anggaran 2021 tidak tepat, maka ia mempertanyakan bagaimana pemerintah sebelumnya mengukurnya. "Bila anggaran 2021 tidak tepat, yaitu bagaimana pemerintah sebelumnya mengukurnya. Itu istilahnya jawaban dari kami," katanya.

Menanggapi jawaban itu, Aji memberikan sanggahan tegas dan memberikan penjelasan. Ia menjelaskan acuan penetapan APBD mengacu pada penetapan 2020. "Saran saya pada paslon 1 paham dulu apa yang akan dilakukan, bukan berwacana, berjanji, tapi tidak tahu prosentase APBD berapa. Yang saya tanyakan bukan perubahan anggaran tetapi penetapan anggaran," jelasnya.

BACA JUGA : Semua Fraksi DPRD Kabupaten Magelang Dorong 

Ia pun kemudian menjelaskan dalam penetapan APBD, banyak yang harus dilakukan, ada BTT 25 M dan kegiatan 49 M dan sudah dialokasikan untuk Dinas Kesehatan, Perdagangan, Disnaker, Disporabudpar, Kominfo dan lainnya.

"Jika di tengah penetapan anggaran habis dan belanja tak terduga habis, maka kita lakukan refokusing dan rasionalisasi, ini diatur Kemendagri bahwa daerah wajib lakukan refokusing jika daerah mengalami pertengahan penetapan sudah habis," paparnya.

Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Periyanto Amron mengatakan debat ketiga ini merupakan pamungkas. Tema yang diangkat adalah Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dan Menyelaraskan Pelaksanaan Pembangunan di Pusat dan di Daerah.

"Bersama kita cermati, kita simak, kita pahami bagaimana pola-pola strategi para paslon untuk menyejahterakan Kota Magelang lima tahun ke depan. Harapan kebijakan strategi dan visi misi para calon jadi pertimbangan untuk kita tentukan pilihan 9 Desember. Tentukan pilihan untuk kemajuan Kota Magelang," katanya.