Advertisement
Sindir Rizieq Shihab, GP Ansor: Tokoh Petamburan Tak Peduli Keselamatan Jemaah
Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas (tengah) memperkenalkan anggotanya saat pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/1/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas angkat bicara tentang terus bertambahnya warga dan jemaah yang terpapar virus Corona atau Covid-19 akibat kerumunan kegiatan pengajian dan pernikahan di kediaman Habib Rizieq Shihab.
Menurutnya, fakta itu membuat membuat GP Ansor sangat prihatin. Dalam keterangan resminya, dia menilai kejadian ini menunjukkan bahwa pelanggaran protokol kesehatan jelas akan berdampak pada semakin banyaknya kasus baru Covid-19.
Advertisement
“Kasus ini juga menunjukkan bahwa tokoh Petamburan tidak peduli dengan keselamatan jemaahnya,” ujar Gus Yaqut, panggilan akrabnya saat memberikan orasi pada Apel Kebangsaan Virtual Banser, di Kabupaten Rembang, Minggu (29/11/2020).
Melihat besarnya pelanggaran ini, Gus Yaqut meminta agar kasus kerumunan di Petamburan ini menjadi yang pertama sekaligus terakhir. Pasalnya bila tidak diatasi, lanjutnya, maka rakyat kecil yang akan terus menjadi korban.
Dia pun meminta pemerintah untuk bertindak tegas dan menjauhkan diri dari tawar menawar demi kepentingan politik atau apa pun.
“Tidak peduli yang melanggar itu habaib, wali kota, atau tokoh Ansor Banser sekalipun, jika melanggar harus ditindak,” tegasnya.
Sikap tegas pemerintah ini penting demi tegaknya peraturan yang telah disepakati bersama. Dengan bersikap tegas, maka kepercayaan rakyat terhadap pemerintah juga semakin kuat. Selain itu keselamatan warga bangsa juga terjamin.
Dia juga meminta kader Ansor dan Banser untuk tidak mudah percaya dengan tokoh-tokoh yang menggunakan Islam untuk sarana kepentingan politiknya. “Islam dijadikan kedok untuk menguasai panggung politik. Buat kader Ansor Banser, terhadap orang seperti ini adalah, lawan mereka,” seru Gus Yaqut.
Menurut Gus Yaqut, saat pandemi ini, tokoh-tokoh agama harus bisa menjadi contoh dan teladan. Niat baik menggelar kegiatan keagamaan seperti Maulidan harus diimbangi dengan kepatuhan penerapan protokol kesehatan. “Jangan hanya karena Maulid namun justru malah membahayakan keselamatan jiwa,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kebijakan Luar Negeri Trump Mengeras, Targetkan Greenland-Iran
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
Advertisement
Kejari Bantul Periksa Pihak Bank Terkait Dugaan Korupsi di Wonokromo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
- Kebakaran Rumah di Kasihan Bantul, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Juta
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Libur Nataru, Tol Jogja-Solo Jadi Ruas Tersibuk di Regional Nusantara
- Prabowo Ungkap Alasan Retret Kabinet di Hambalang Awal 2026
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Big Match Liga Inggris: Arsenal vs Liverpool di Emirates
Advertisement
Advertisement




