Advertisement
Trump Sengaja Perintahkan Bom Pesawat AS Jatuh di Iran
Jet tempur F-15EX buatan Boeing yang dibeli Kementerian Pertahanan - Boeing\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap alasan di balik penghancuran sejumlah pesawat militer AS di wilayah Iran. Tindakan itu disebut sebagai bagian dari operasi penyelamatan pilot yang sebelumnya terlibat dalam insiden jatuhnya jet tempur.
Dalam pernyataannya saat konferensi pers, Trump menyebut pesawat-pesawat tua sengaja diledakkan untuk mencegah teknologi militer sensitif jatuh ke tangan pihak lain.
Advertisement
"Kami meledakkan pesawat-pesawat tua itu. Kami meledakkannya hingga berkeping-keping, karena kami memiliki peralatan di pesawat-pesawat itu yang, jujur saja, ingin kami bawa, tetapi saya rasa tidak ada gunanya menghabiskan empat jam lagi di sana," kata Trump.
Ia menambahkan, langkah tersebut diambil demi menjaga kerahasiaan sistem persenjataan canggih milik Amerika Serikat.
BACA JUGA
"Jadi kami tidak menginginkan siapa pun; kami memiliki peralatan terbaik di dunia. Kami tidak ingin siapa pun memeriksa peralatan anti-pesawat dan peralatan kami lainnya," imbuhnya.
Pengungkapan ini berkaitan dengan operasi besar-besaran yang dilakukan militer AS setelah jatuhnya pesawat tempur-pengebom supersonik F-15E Strike Eagle di wilayah Iran.
Dalam operasi tersebut, puluhan pesawat dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan. Salah satu dari dua pilot berhasil ditemukan lebih dulu, sementara pilot kedua kemudian dipastikan selamat.
Trump menyatakan kedua pilot kini dalam kondisi aman setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil. Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan yang menyasar wilayah Israel serta target militer AS di kawasan tersebut.
Situasi ini menunjukkan eskalasi konflik yang semakin memanas, dengan keterlibatan langsung berbagai kekuatan militer di kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Ungkap Kronologi Kebakaran Tewaskan Satu Keluarga di Jakbar
- TNI AD Kerahkan 209 Personel Evakuasi Heli Jatuh di Kalbar
- Wajah TNI Tersangka Teror Air Keras Akan Terungkap di Sidang
- Kejagung: Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terima Suap Rp1,5 Miliar
- Tragedi Kahramanmaras: Siswa Tembaki Kelas, Telan 9 Korban Jiwa
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DIY Masuk Fase Akhir Siklus Gempa Besar, Warga Diminta Waspada
- Harga Kedelai Melonjak, Ancaman Cabut Izin Menguat
- Wajah TNI Tersangka Teror Air Keras Akan Terungkap di Sidang
- Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih 2026, Cek Syarat dan Linknya
- PLN Beri Diskon Tambah Daya Listrik Setengah Harga Saat WFH
- Uang Miliaran dan Emas Disita dari Kantor Tersangka TPPU
- Museum Terbuka Bakalan Mulai Ramai, Sleman Siapkan Tiket Masuk
Advertisement
Advertisement








