Megawati Mengeluh karena Banyak Orang Asing Terlibat Pembangunan Indonesia

Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berbicara dalam acara Bu Mega Bercerita di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (7/1/2019). - Antara/Aprillio Akbar
24 November 2020 19:27 WIB Setyo Aji Harjanto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengeluh karena banyak orang asing yang terlibat dalam pembangunan di Indonesia belakangan ini.

Dia mempertanyakan apakah tidak ada orang Indonesia yang cukup pintar untuk dijadikan konsultan atau pelaksana proyek.

BACA JUGA: ASN di Bantul Diminta Belanja di Pasar Rakyat

"Saya suka protes, bukan saya anti asing. Bayangkan, mau bikin ini aja konsultan orang asing, kalau sudah yang bikin orang asing, kayak enggak ada orang pintar di republik ini ya," kata Megawati dalam pembukaan pameran daring dan dialog Sejarah Buku-Buku Bung Karno, Selasa (24/11/2020).

Dia mempertanyakan kapan bangsa Indonesia bisa mengumpulkan akademisi bangsa. Dia bercerita Presiden Pertama Soekarno membangun Stadion Gelora Bung Karno.

Saat itu, kata dia, Gedung DPR dan GBK diminta dibangun tanpa tiang. Saat itu, 600-an akademisi dan ahli di bidangnya dikumpulkan oleh Bung Karno untuk membangun dua bangunan ikonik tersebut.

BACA JUGA: Misteri Macan Tutul Merapi: Sering Dilihat Orang, Penampakannya Tak Pernah Tertangkap Kamera

Namun, tutur Megawati, salah satu menterinya Bung Karno dan 600-an ahli itu meminta untuk mundur lantaran mengaku tidak sanggup. Namun, lanjut Ketua Umum PDIP itu, Bung Karno menceritakan soal perjuangannya memerdekakan bangsa Indonesia.

Bung Karno, menurut Megawati, pun menantang mereka untuk membangun GBK dan Gedung DPR tersebut. Bung Karno pun memerintahkan mereka untuk meneruskan pembangunan GBK dan Gedung DPR.

"Waktu itu saya sendiri dengar itu ada ilmu, fisika atau matematika, itu tidak ada tiang, kalau lihat gedung DPR langsung tidak pakai tiang. itu membangun GBK, mereka menterinya mengatakan Bung Karno panggil, eh anak muda saya sudah muda dan akhirnya bisa dan memproklamasikan kemerdekaan dan membentuk negara kesatuan RI, gitu saja mundur, teruskan. Akhirnya jadi juga," tutur Megawati.

Berkaca dari cerita tersebut, Megawati menuturkan yang diperlukan oleh anak muda dan akademisi bangsa Indonesia adalah kesempatan.

"Anak-anak kita pintar-pintar loh, sangat pintar-pintar," katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia