ISI Solo Ditutup Sampai 27 November Setelah 2 Pegawai Positif Covid-19

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
24 November 2020 08:57 WIB JIBI News Share :

Harianjogja.com, SOLO — Dua pegawai Institut Seni Indonesia (ISI) Solo terkonfirmasi positif Covid-19. Dampaknya, kampus tersebut ditutup sementara. Selain penutupan dan penghentian aktivitas sementara, pihak kampus juga menggelar tracing kontak dua pegawai tersebut. Rektor ISI Solo, Dr Guntur mengatakan setelah dilakukan tracing diketahui ada 42 orang yang sempat berkontak.

Ke-42 orang itu berasal dari jajaran staf hingga pimpinan unit, khususnya yang bekerja di Unit Kerja Pasca Sarjana dan Fakultas Seni Pertunjukan. Mereka langsung menjalani uji cepat atau rapid test. Hasilnya, 21 orang dinyatakan nonreaktif dan sisanya masih menunggu hasil. “Kami sudah melakukan penyemprotan desinfektan ke seluruh lingkungan kampus,” kata dia, kepada wartawan, Senin (23/11/2020) siang.

Baca juga: 2 Hari, 8 Warga DIY Meninggal karena Corona! Kebanyakan Punya Penyakit Diabetes

Sedangkan dua pegawai yang positif masih menjalani perawatan di rumah sakit. Masing-masing di Rumah Sakit Umum Daerah Bung Karno (RSBK) di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon dan satu orang lainnya isolasi di Rumah Susun (Rusun) khusus Covid-19 di Boyolali. Pihak kampus menyuplai logistik kepada keduanya.

“Selama ini kedua pegawai tersebut memang bekerja di kantor, namun kalau ditanya interaksi mereka di luar kantor, kami tidak tahu. Karena itu, kami mengimbau kepada seluruh staf yang ada di ISI Solo untuk membatasi interaksi di luar. Karena semakin sering berinteraksi dengan banyak orang maka semakin besar pula untuk terpapar,” imbuh Guntur.

Baca juga: Pusat Bolehkan Belajar Tatap Muka, Begini Skenario Sekolah di Jogja

Lebih lanjut dijelaskan salah satu pegawai yang berasal dari Boyolali diketahui positif Covid-19 lantaran terlibat sebagai panitia pemungutan suara (PPS) Pilkada Boyolali. Dia disyaratkan menjalani tes dan hasilnya positif.

“Mahasiswa kan masih pembelajaran daring, kecuali tugas akhir. Sedangkan untuk tenaga kependidikan dan dosen [di luar kampus utama] kami berlakukan sebagian bekerja di kantor dan di rumah,” jelasnya.

Sumber : Solopos.com