Advertisement
Pilkada Tinggal 2 Minggu Lagi, Jokowi Minta Jajarannya Beri Perhatian Serius
Presiden Joko Widodo (Jokowi). - Ist/ dok Biro Pers Setpres
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta jajarannya, termasuk Mendagri, Kapolri, dan Satgas Penanganan Covid-19 di daerah, untuk memberi perhatian khusus proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020 mendatang.
“Karena [Pilkada] ini tinggal kurang lebih dua minggu lagi agar ini juga tidak mengganggu pekerjaan besar kita yaitu menyelesaikan [penanganan] Covid-19 dan ekonomi,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas dengan topik Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/11/2020).
Advertisement
Ia menegaskan pentingnya penegakan aturan berikut disiplin protokol kesehatan secara ketat. Hal itu terutama nanti saat hari pencoblosan dan tentu saja pada hari-hari kampanye terakhir ini.
Baca juga: Pilkada Tinggal Menghitung Hari, Ini Sejumlah Hal yang Jadi Catatan
“Kemudian secara khusus kita nanti akan bicarakan libur panjang yang ada di bulan Desember, ini yang akan kita bicarakan dalam rapat hari ini secara khusus,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden juga menekankan kondisi di bidang ekonomi yang telah disampaikannya sejak pekan lalu dimana tren pada kuartal kedua dari minus 5,32 membaik di kuartal ketiga menjadi minus 3,49.
“Ini harus terus diperbaiki agar kuartal keempat lebih baik dari kuartal ketiga,” katanya.
Di sisi lain, ia ingin agar ada strategi untuk mengatur keseimbangan rem dan gas antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi.
Baca juga: Pajak Digital Gagal Disepekati di KTT G20 Tahun Ini
Presiden menilai hasil dari upaya selama ini sudah mulai tampak terutama dalam pengendalian baik Covid-19 maupun pemulihan ekonomi.
“Per-22 November 2020 rata-rata kasus aktif Covid-19 di seluruh tanah air ini 12,78 persen, rata-rata kasus aktif 12,78 persen. Angka ini lebih rendah dibanding rata-rata kasus aktif dunia yaitu sebesar 28,41 persen,” kata Presiden.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ledakan Keras di Masjid Jember Saat Tarawih, 1 Jemaah Dilarikan ke RS
- Chelsea Kena Sanksi Rp225 Miliar, Ini Sebabnya
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
Advertisement
Polisi Tangkap Rombongan Pelajar Ugal-ugalan di Jalan Palagan Sleman
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Arus Mudik 2026: Tol Trans Sumatera Siap Layani 7,85 Juta Kendaraan
- Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani Prambanan Resmi Dibuka Fungsional
- Jadwal Bus KSPN Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Ndrini
- Pertamina Tambah 9 Juta Tabung Elpiji 3 Kg Jateng-DIY Jelang Lebaran
- Hasil Liga Italia: Lazio Tekuk AC Milan 1-0 Lewat Gol Tunggal Isaksen
- Jadwal KA Prameks Jogja Kutoarjo Hari Ini Senin 16 Maret 2026 Terbaru
- Iran Terbuka terhadap Inisiatif Regional demi Akhiri Konflik
Advertisement
Advertisement








