Pilkada Tinggal 2 Minggu Lagi, Jokowi Minta Jajarannya Beri Perhatian Serius

Presiden Joko Widodo (Jokowi). - Ist/ dok Biro Pers Setpres
23 November 2020 11:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta jajarannya, termasuk Mendagri, Kapolri, dan Satgas Penanganan Covid-19 di daerah, untuk memberi perhatian khusus proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Karena [Pilkada] ini tinggal kurang lebih dua minggu lagi agar ini juga tidak mengganggu pekerjaan besar kita yaitu menyelesaikan [penanganan] Covid-19 dan ekonomi,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas dengan topik Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/11/2020).

Ia menegaskan pentingnya penegakan aturan berikut disiplin protokol kesehatan secara ketat. Hal itu terutama nanti saat hari pencoblosan dan tentu saja pada hari-hari kampanye terakhir ini.

Baca juga: Pilkada Tinggal Menghitung Hari, Ini Sejumlah Hal yang Jadi Catatan

“Kemudian secara khusus kita nanti akan bicarakan libur panjang yang ada di bulan Desember, ini yang akan kita bicarakan dalam rapat hari ini secara khusus,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga menekankan kondisi di bidang ekonomi yang telah disampaikannya sejak pekan lalu dimana tren pada kuartal kedua dari minus 5,32 membaik di kuartal ketiga menjadi minus 3,49.

“Ini harus terus diperbaiki agar kuartal keempat lebih baik dari kuartal ketiga,” katanya.

Di sisi lain, ia ingin agar ada strategi untuk mengatur keseimbangan rem dan gas antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Baca juga: Pajak Digital Gagal Disepekati di KTT G20 Tahun Ini

Presiden menilai hasil dari upaya selama ini sudah mulai tampak terutama dalam pengendalian baik Covid-19 maupun pemulihan ekonomi.

“Per-22 November 2020 rata-rata kasus aktif Covid-19 di seluruh tanah air ini 12,78 persen, rata-rata kasus aktif 12,78 persen. Angka ini lebih rendah dibanding rata-rata kasus aktif dunia yaitu sebesar 28,41 persen,” kata Presiden.

Sumber : Antara