Kritik ke Pemerintah, Rizieq Minta Utamakan Dialog untuk Atasi Perbedaan Pendapat

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta. - Antara\\r\\n
12 November 2020 14:17 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengkritik pemerintah tentang cara menghadapi perbedaan pendapat di masyarakat. Dia meminta pemerintah mengedepankan dialog dalam mengatasi perkara tersebut.

Dia menyatakan solusi termasuk mengatasi perbedaan pandangan adalah dengan membuka pintu dialog. Menurutnya, selama ini situasi dalam negeri lebih mengedepankan solusi hukum seperti dijadikan tersangka atau dipenjarakan.

“Kalau beda pendapat bukan orang dipenjarakan. Tapi kalau beda pendapat duduk bersama ayo dialog, ayo adu argumentasi apa kau punya argumentasi, apa kau punya alasan, apa kita punya argumentasi,” kata Rizieq melalui siaran Front TV, Kamis (12/11/2020).

Menurutnya, pintu dialog menjadi kunci sebelum masuk pada tahapan rekonsiliasi. Apabila belum ada dialog, diyakini akan mustahil menggelar rekonsiliasi.

Baca juga: Cegah Covid-19, Wagub DKI Minta Rizieq Atur Jadwal Kunjungan Tamu

“Buka dulu pintu dialognya baru bisa rekonsiliasi. Tidak ada rekonsiliasi tanpa pintu dialog. Dialog itu penting, dan nggak boleh penguasa itu main tangkap sana tangkap sini, kriminalisasi, nggak boleh,” terangnya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya senang bila dikritik untuk memberi pilihan kedua. Bahkan, para pengkritik pemerintah juga memiliki solusi yang diyakini baik.

Pemerintah, lanjutnya, tidak ada salahnya untuk mempelajari solusi yang diberikan. Apabila baik, pemerintah patut menerapkannya. Begitupun sebaliknya.

Rizieq mengaku pintu dialog yang pernah dibukanya pada 2016 lalu. Akan tetapi, penguasa malah dinilai melakukan sejumlah kriminalisasi terhadap ulama.

Baca juga: Rizieq Sudah di Tanah Air, Henry Yosodiningrat Desak Polisi Lanjutkan Laporannya

“Tidak perlu ada kegaduhan di tingkat nasional, betul? pintu dialog ini sudah pernah saya sampaikan,” ujarnya.

Sebelum tinggal di Arab Saudi selama 3,5 tahun sejak 2017, Rizieq kerap berseberangan dengan pelbagai kebijakan pemerintah. Dia aktif mengkritik penguasa. Selain itu, Rizieq juga sempat tersandung sejumlah kasus hukum.

Sumber : bisnis.com