Advertisement
Syukurlah, Setahun Jokowi-Amin, Angka Stunting Turun
Petugas kader kesehatan desa menimbang balita di Posyandu Desa Danupayan, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020). - ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Setahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin, angka stunting menunjukkan penurunan.
Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan Kuwat Sri Hudoyo mengatakan, kendati dihadapkan pada prioritas penanganan Covid-19, pemerintah terus melakukan upaya penanganan masalah kesehatan lainnya yang merupakan program prioritas nasional.
Advertisement
Dalam program tersebut, penguatan pelayanan kesehatan dasar diutamakan untuk mengupayakan kegiatan promotif preventif dengan didukung pemanfaatan teknologi, yang mana nantinya dapat memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
Kuwat menyampaikan, bahwa untuk menyiapkan SDM yang berkualitas, pemerintah terus berupaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dengan memperbaiki intervensi spesifik dan sensitif, yakni mendorong para ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi, makan buah dan sayur, pencegahan infeksi, pemberian PMT, tambahan tablet darah bagi remaja, pemantauan dan promosi pertumbuhan, serta peningkatan kualitas air dan sanitasi.
Hasilnya, angka stunting terus turun dalam 5 tahun terakhir, dari 37,2% pada 2013 menjadi 27,67% pada 2019. Maka, katanya, pada puncak bonus demografi tahun 2030 mendatang, bisa mencetak generasi penerus bangsa yang sehat dan berdaya saing global.
“Diharapkan nanti akan terjadi penurunan prevalensi stunting sampai angka 14 persen pada 2024, tahun lalu kita sudah berhasil mencapai 27,7 persen, ini tantangan bagi kita untuk mewujudkan SDM yang berkualitas,” ujar Kuwat melalui keterangan resmi Kemenkes, dikutip Kamis (12/11/2020).
Selain itu, menghadapi masa pandemi, pemerintah melalui Kemenkes juga terus berupaya keras mewujudkan visi dan misi Indonesia Maju 2020-2024.
“Pemerintah telah merumuskan strategi penanganan dengan melakukan upaya deteksi, pencegahan dan respons, yang tentunya dengan melibatkan dukungan dari stakeholder terkait,” kata Kuwat.
Untuk pengendalian pandemi, Kementerian Kesehatan telah menyiagakan sebanyak 920 RS Rujukan Covid-19, menyiagakan 19.842 relawan Nusantara Sehat dan magang yang ditempatkan di sejumlah fasilitas layanan kesehatan, mendistribusikan logistik kesehatan, serta memperluas jejaring laboratorium pemeriksa Covid-19 di seluruh Indonesia.
“Seiring dengan peningkatan kasus Covid-19, maka ruamh sakit pemerintah maupun swasta diberikan wewenang untuk memberikan perawatan Covid-19 baik yang ditetapkan bupati/ wali kota, sehingga hampir semua RS di Indonesia siap untuk memberikan pelayanan bagi penderita Covid-19,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Viral Donasi di Stasiun Tugu Jogja Bikin Resah, Ini Kata PT KAI Daop 6
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
- Tol Serang-Panimbang Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles Ditutup Sementara
- Meta PHK 700 Karyawan, Alihkan Fokus dari Metaverse ke AI
- Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
- Minuman yang Sering Dikira Sehat Ini Justru Bebani Jantung
- Harga Bahan Pokok di Bantul Stabil dan Bebas Penimbunan
- Banjir Mengepung Enam Desa di Batang, Warga Terjebak di Dalam Rumah
Advertisement
Advertisement







