Ini Curhat Menteri Erick Tohir Soal Titipan Komisaris BUMN dari Jokowi

Menteri BUMN Erick Thohir - JIBI/Bisnis/Dhiany Nadya Utami
01 November 2020 12:07 WIB Reni Lestari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pengangkatan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) masih menjadi sorotan.

Berbicara dengan Karni Ilyas di channel Youtube TVOne, Menteri BUMN Erick Tohir mengatakan pengangkatan Ahok tak lepas dari figur yang bersih dan selaras dengan good corporate governance.

Erick menampik pernyataan bahwa hal itu merupakan perintah Presiden Joko Widodo, mengingat keduanya pernah bersanding sebagai orang nomor satu dan dua di DKI Jakarta.

"Kalau titipan banyak, bukan dari Pak Jokowi saja," ujar Erick, dikutip Minggu (1/11/2020).

Hal itu diharapkan juga sejalan dengan transformasi BUMN yang dijalankan. Selama menjabat Menteri BUMN, Erick telah merampingkan 142 perusahaan pelat merah menjadi hanya 41. Selain itu dia juga merombak puluhan eselon I di kementerian tersebut.

"Saya membutuhkan dirut dan komisaris utama yang kompak, yang bisa jadi contoh bagi direksi dan menjadi ketua kelas bagi komisaris lain," lanjutnya.

Sementara itu, Erick mengatakan perlambatan ekonomi yang dialami Indonesia masih lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain.

Untuk mempercepat pemulihan ekonomi, pemerintah mengamankan pasokan vaksin. Selain dari produsen China Sinovac, beberapa waktu lalu Erick juga telah mengamankan 100 juta dosis vaksin dari produsen AstraZeneca.

"Covid ini akan panjang, nanti sudah divaksin pun protokol kesehatan masih akan tetap ada," kata Erick.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia