Advertisement
Pakar UGM: Pandemi Tak Akan Berhenti karena Vaksin, Selesai Bila Tercapai Herd Immunity
Seorang pekerja melakukan pemeriksaan kualitas di fasilitas pengemasan produsen vaksin China, Sinovac Biotech, yang mengembangkan vaksin untuk mengatasi Covid-19, dalam tur media yang diorganisir pemerintah di Beijing, China, 24 September 2020. - Antara/Reuters\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Ahli Epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dr Riris Andono Ahmad berharap program vaksinasi Covid-19 yang ditargetkan dimulai dalam waktu dekat tidak membuat masyarakat lengah serta tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.
"Jadi vaksinasi ini bukan seperti jaminan bahwa dia tidak bisa terkena (infeksi Covid-19) lagi dan kemudian berperilaku berisiko lagi," kata Riris Andono saat dihubungi di Yogyakarta, Rabu (28/10/2020).
Advertisement
Menurut dia, setelah mendapatkan vaksin bukan berarti masyarakat dapat melupakan berbagai upaya pencegahan. Sebab, untuk benar-benar menghentikan pandemi, herd immunity atau kekebalan kelompok harus tercapai lebih dahulu.
"'Herd immunity' harus dicapai, sehingga vaksinasi minimal harus mencapai sekitar 70 persen dari penduduk Indonesia," kata dia.
Sembari menunggu kekebalan komunitas terbentuk, menurut dia, masyarakat yang telah memperoleh vaksin harus tetap memperketat penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat tetap menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan) dan pemerintah menggencarkan 3T (tracing, testing, treatment).
"Apalagi belum tahu apakah vaksin itu akan memberikan proteksi penuh atau hanya parsial saja. Kemudian durasi proteksinya berapa lama, kalau lebih pendek dari waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 70 persen, 'herd immunity' sulit dicapai," kata dia.
Meski perlu menunggu kepastian efektivitas vaksin, Riris berharap pemerintah mulai membangun pemahaman masyarakat ihwal rencana vaksinasi Covid-19 itu. Mulai dari prioritas vaksinasi, bagaimana cara mendapatkannya, serta apa yang harus dilakukan jika muncul efek samping.
"Apa yang diharapkan setelah mendapatkan vaksinasi dan apakah ada pemantauan dan sebagainya. Saya kira ini perlu disampaikan," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bocah Meninggal Tenggelam di Selokan Mantrijeron Saat Acara Keluarga
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Harga Sayur di Beringharjo Jogja Sempat Melonjak Saat Lebaran 2026
- Update Harga Emas Hari Ini, Antam Naik, UBS dan Galeri24 Turun
- Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisatawan ke Kaliurang dan Breksi Naik
- Libur Lebaran, Arus Kendaraan Jogja Tembus 28 Ribu, Malioboro Padat
- Pengunjung Taman Pintar Jogja Naik 20 Persen saat Libur Lebaran
- BI DIY: Inflasi Maret Berpotensi Naik Dipicu Permintaan Jelang Lebaran
- Penumpang Bus Palbapang Bantul Turun, Arus Balik Lesu
Advertisement
Advertisement







