KABAR KAMPUS: Peneliti Ungkap Adopsi Agile Berdampak Positif Keberhasilan Proyek

Sujono, peneliti yang mengupas tentang adopsi pendekatan Agile. - Ist/FTI UII.
27 Oktober 2020 18:17 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Di era perkembangan teknologi 4.0 perangkat lunak sangat dibutuhkan untuk pengerjaan suatu proyek oleh instansi. Mereka banyak menggunakan sejumlah metode pengembangan perangkat lunak untuk mempermudah dan mempercepat penyelesaian pekerjaan.

Salah satunya adalah dengan mengadopsi sebuah pendekatan bernama Agile. Adopsi Agile ini diteliti mahasiswa Prodi Informatika, Magister FTI UII, Sujono yang kemudian dikembangkan menjadi tesis berjudul Tantangan Adopsi Agile di Perguruan Tinggi di Indonesie, Studi Kasus Badan Sistem Informasi UII. Penelitian ini didampingi oleh dua dosen FTI UII yaitu Izzati Muhimmah dan Mukhammad Andri Setiawan.

BACA JUGA : Pandemi Corona Mempercepat Penelitian Dosen

Sujono menjelaskan Agile merupakan pendekatan yang relatif baru dalam pengembangan perangkat lunak. Banyak instansi telah mengadopsi pendekatan ini untuk menuntaskan berbagai proyek. Temuan penelitian di berbagai negara, menunjukkan bahwa metode Agile memiliki dampak positif pada dimensi keberhasilan proyek. Namun ia tak menampik upaya adopsi Agile tidak sepenuhnya berjalan lancar, ditemukan berbagai tantangan.

“Penelitian ini dilakukan untuk mengindentifikasi tantangan yang dihadapi dalam adopsi Agile di Perguruan Tinggi di Indonesia. Responden yang mengisi kuesioner sebanyak 41 orang yaitu Development [51,2%], Operational [22%], Product Owner [14,6%)] dan Scrum Master dan Manajemen BSI [12,2%],” terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (27/10/2020).

Ia mengatakan dari hasil analisis penelitian, proyek Agile memiliki hampir empat kali lipat tingkat keberhasilan proyek dibandingkan dengan pendekatan lainnya seperti Waterfall. Bahkan Agile menjadi semakin populer, sehingga banyak organisasi yang berusaha mengadopsi Agile termasuk UII. Namun Sujono menemukan besarnya tantangan suatu lembaga ketika menerapkan pendekatan ini.

BACA JUGA : Mahasiswa UGM Sumbangkan 20 Artikel Hasil Penelitian

Berbagai tantangan ditemukan dalam melakukan adopsi Agile dengan variasi yang berbeda di setiap organisasi. Mulai dari faktor individu meliputi over komitmen yang berkaitan dengan perhatian pada proyek yang gagal masih mendapatkan sumber daya tambahan dari pimpinan. Kemudian rekayasa dalam tim yang terkait dengan pengetahuan dan pemahaman tim dalam menangkap kebutuhan pengguna.

Selain itu ada faktor organisasi meliputi rekognisi, kualitas, sumber daya, dukungan manajemen, budaya organisasi, dan struktur organisasi. Serta faktor teknologi yang ikut menjadi tantangan tersendiri.

BACA JUGA : Keren, Mahasiswa UNY Temukan Cat Tembok Ramah

“Organisasi perlu mempersiapkannya secara matang dan memperhatikan empat konstruksi berikut yaitu faktor individu, faktor tim, faktor organisasi, dan faktor teknologi, serta siap mengantisipasi tantangan yang kemungkinan muncul dalam adopsi Agile,” ujarnya.