Vaksin Ebola Bundibugyo Masuk Uji Klinis Fase 1 di Oxford
Universitas Oxford memulai uji klinis fase 1 vaksin Ebola Bundibugyo yang dikembangkan dalam 57 hari sejak wabah dinyatakan.
Kalender/
Harianjogja.com, JAKARTA - Libur panjang yang akan segera berlangsung mendapat tanggapan dari Epidemiolog UI Pandu Riono. Menurutnya, seharusnya cuti bersama ditiadakan untuk menghindari penularan Covid-19 semakin meluas di tengah wabah yang masih sulit ditangani saat ini.
Menurutnya, berdasarkan pengalaman dua kali libur panjang beberapa waktu lalu, masyarakat dimotivasi untuk berpergian, kasus penularan meningkat tajam. "Cuti bersama seharusnya ditiadakan dalam era pandemi," tulisnya di akun twitternya, mengutip dari Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com.
Dia juga menyebutkan seharusnya jangan ada promosi tiket murah agar penduduk tetap menahan diri agar tidak berpergian.
Seperti diketahui, akhir pekan ini akan menjadi pekan libur yang panjang dimana terdapat libur Maulid Nabi Muhammad SAW 30 Oktober dan dilanjutkan dengan cuti bersama pada 28 dan 29 Oktober 2020.
Sedangkan pada 31 Oktober dan 1 November merupakan akhir pekan Sabtu dan Minggu. Libur panjang ini dimanfaatkan orang-orang untuk berlibur termasuk bepergian ke luar kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Universitas Oxford memulai uji klinis fase 1 vaksin Ebola Bundibugyo yang dikembangkan dalam 57 hari sejak wabah dinyatakan.
Bendera Merah Putih sepanjang 481 meter dibentangkan di Pantai Parangtritis hingga Parangkusumo Bantul dalam peringatan HUT ke-81 RI.
Program Motor Listrik Nasional diproyeksikan menciptakan 215.000 lapangan kerja dan nilai ekonomi Rp150 triliun pada 2026–2031.
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan warga Gilingan yang mengamuk dan mengancam warga dengan obeng sebelum dibawa ke RSJ Kentingan.
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.