Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Foto ilustrasi teknologi dan informasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN - Meski badai pandemi Covid-19 memukul berbagai lini kehidupan masyarakat, namun sektor ekonomi keatif dan pariwisata diyakini mampu berkembang di tengah pandemi Covid-19. Upaya ini bisa dilakukan jika pelaku wisata dan ekonomi kreatif melakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB).
Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu menilai ada dua sektor utama di industri ekraf yang cukup potensial untuk dikembangkan di masa pandemi. Salah satunya pengembangan aplikasi digital dan game online.
"Selama pandemi banyak waktu yang dihabiskan di rumah. Ini bisa dimanfaatkan untuk memproduksi aplikasi digital dan game online," katanya pada diskusi terbatas Membangun Optimisme Pelaku Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan peresmian Omah Kreasi Centre Jogja melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Sabtu (24/10/2020).
Baca Juga: Pameran Fesyen Tan Mingkuh Tumapaking Jaman Anyar di Pasar Beringharjo Dibuka
Menurutnya, baik aplikasi digital dan game online, katanya, mampu bertahan di saat krisis pandemi dibandingkan sektor lainnya yang terpuruk. Dia menilai logis jika peluang bisnis dua sektor industri kreatif itu sangat menjanjikan untuk ditekuni. Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah membuat kelas daring, diikuti pelaku ekonomi kreatif di 17 sektor agar segera bangkit dan bergerak.
"Ada tiga kunci agar pelaku ekonomi kreatif tetap bisa berkembang, antara lain konsistensi, inovasi dan kreasi. Kami terus sosialisasikan agar pelaku industri kreatif bisa bangkit dengan cara transformasi digital dan penerapan protokol kesehatan," katanya.
Pendiri Omah Kreasi Centre Jogja Khoirun Nisa mengatakan berdirinya yayasan tersebut bertujuan untuk menjembatani masalah yang dihadapi pelaku industri kreatif dengan pangsa pasarnya. "Kami ingin membangkitkan sektor pariwisata dan industri kreatif mulai perfilman, animasi, desain grafis, kerajinan, budaya hingga kuliner. Kami ingin menjembatani masalah yang mereka hadapi," katanya.
Ia menilai, meskipun potensi industri ekonomi kreatif di Jogja besar dan ekosistemnya berjalan baik namun belum dikelola secara optimal. Sebagai langkah awal, pihaknya akan membangun jejaring komunitas pariwisata dan ekraf di DIY. Dia berharap ke depan ada pusat studi berbasis teknologi dan informasi untuk bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di Jogja.
Baca Juga: IMA Keluarkan 5 Butir Deklarasi agar RI Keluar dari Pandemi Covid
"Masih banyak yang belum terwadahi sehingga kreativitas mereka belum maksimal. Kami akan adakan berbagai program untuk membantu para pelaku industri kreatif dengan coaching, seminar atau pelatihan. Termasuk nanti kegiatan sosial kebudayaan, kemanusiaan juga," ungkapnya.
Salah satu pelaku ekonomi kreatif yang juga seniman, Farid Stevy Asta mengatakan seluruh sektor industri kreatif harus berubah menyesuaikan diri dengan pandemi. Adaptasi yang dilakukan, katanya bertujuan untuk menggerakkan kembali ekonomi kreratif yang dijalankan para pelaku usaha. "Saat ini secara bertahap teman-teman yang bergerak di dunia kreatif mulai bergerak dengan AKB. Itu harus dilakukan untuk tetap bertahan. Memang masih ada subsektor yang belum bisa bergerak terutama terkait showbiz," katanya.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Jasa Marga mengandalkan teknologi, analisis data lalu lintas, dan kesiapan armada untuk meningkatkan keselamatan serta layanan jalan tol.
Warga Dukuh Bono, Klaten, harus antre hingga dua pekan untuk mendapat air bersih. BPBD mencatat 15 desa terdampak kekeringan.
BMKG mencatat 1.869 wilayah mengalami kekeringan ekstrem hingga September 2026. Simak daftar daerah berstatus awas dan prediksi musim hujan.
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
BMKG memprakirakan hujan ringan di sejumlah wilayah pada Sabtu. Waspadai gelombang 4 meter, banjir rob, awan Cumulonimbus, dan karhutla.