Di Tengah Pandemi, Lindungi Lansia dengan Masker

Sejumlah warga lanjut usia mengikuti senam lansia di Desa Berdaya Tegalurung, Balongan, Indramayu, Jawa Barat, belum lama ini. Senam lansia yang digagas Rumah Zakat tersebut bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh dan menciptakan lansia yang produktif terutama di masa pandemi Covid-19. - Antara/Dedhez Anggara
24 Oktober 2020 14:47 WIB Salsabila Annisa Azmi News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kalangan lanjut usia (lansia) menjadi salah satu kelompok rentan terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Masker menjadi senjata pamungkas untuk melindungi mereka. Akan tetapi, jenis masker untuk mereka harus diperhatikan.

Ketua PB Pergemi Prof Siti Setiati mengatakan lansia adalah komponen masyarakat yang rentan terkena Covid-19 dengan gejala parah dan dapat berujung pada kematian. Akibatnya, para lansia terisolasi di rumah dan tidak dapat bersosialisasi seperti biasanya.

“Akibat Covid-19, lansia menjadi terisolasi, merasa cemas, khawatir, dan depresi. Lansia yang biasanya dikunjungi oleh anak-anaknya sekarang tidak bisa bertemu dan hanya bisa berkomunikasi via ponsel,” ujar Siti dalam webinar Geriatri TV, awal Oktober lalu.

Maka dari itu, dia mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga lansia dari berbagai potensi penularan virus. Pencegahan ini dapat dimulai dari lingkungan keluarga.

“Seperti diketahui, mayoritas penduduk Indonesia, lansianya yang masih bersama keluarga sekitar 90 persen. Hanya sedikit yang tinggal sendiri. Maka dari itu mari jaga kesehatan lansia agar terhindar Covid-19," kata dia.

Hal pertama yang dapat dilakukan oleh keluarga untuk menjaga lansia adalah tetap menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. “Tetap pakai masker kalau terpaksa keluar rumah, termasuk di rumah pun bagi orang muda yang tinggal bersama lansia sebaiknya gunakanlah masker dan tetap menjaga jarak, tetap mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir," kata dia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali memberikan pedoman baru terkait dengan kebiasaan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. WHO meminta semua negara mewajibkan penggunaan masker medis untuk para lansia berusia di atas 60 tahun.

Lansia di atas 60 tahun rentang terserang berbagai macam virus apalagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Sementara untuk masyarakat lain, WHO memberikan pedoman baru dengan merekomendasikan wajib menggunakan masker kain yang setidaknya terbuat dari tiga lapisan kain. Masker ini wajib digunakan di tempat-tempat ramai seperti angkutan umum, toko-toko mapun lingkungan ramai lainnya.

Para tenaga kesehatan pun wajib mengenakan masker medis saat berada di daerah-daerah dengan tingkat transmisi penyakit yang luas. Selain penggunaan masker WHO juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga jarak fisik satu sama lain.

Sejak awal pandemi, pemakaian masker tak lagi bisa dipisahkan dari keseharian. Akan tetapi masker wajah standar yang direkomendasikan otoritas kesehatan kadang tak cocok untuk orang tua. 

Masker Khusus

Menurut laman South China Morning Post, Senin (19/10/2020), tim peneliti yang dipimpin Kourosh Shoele dari Florida State University, Amerika Serikat menemukan fakta bahwa masker yang direkomendasikan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat hanya cocok untuk orang berfitur wajah maskulin.

Karena itu, risiko “kebocoran” masker dengan ukuran dan desain yang disarankan jadi dua kali lipat saat digunakan wanita karena ukurannya terlalu besar. Ini juga terjadi pada pengguna masker berpostur tubuh kurus atau orang lanjut usia.

“ Desain masker berbeda harus direkomendasikan untuk kategori orang berbeda, terutama berdasarkan berat badan, usia, dan jenis kelamin," kata tim dalam makalah non-peer-review yang diunggah di situs pracetak medRxiv.org, baru-baru ini.

Tim mendasarkan kesimpulan mereka pada pemodelan komputer menggunakan data wajah dari 100 pria dan 100 perempuan. "Masker yang besar itu tergantung di wajah, di dekat dagu [perempuan]," kata dia.

Masker berukuran lebih kecil dari standar, menurut mereka dapat menyelesaikan masalah dan mengurangi area “kebocoran” hingga lebih dari setengahnya. Selain itu, menurut simulasi komputer, lansia juga punya celah lebih besar selama aktivitas rutin sehari-hari, seperti berbicara dan bernapas.

Maka untuk lansia, disarankan menggunakan masker yang tidak bocor. Menurut saran para ahli, lansia wajib mengenakan masker minimal dua lapis.

Sumber : Antara