OPINI: Panas Ekstrem, Bencana Sunyi yang Menggerus Ekonomi
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA--Sebuah penelitian belum lama ini menemukan berapa lama virus Corona bertahan di kulit.
Penelitian dari Jepang menunjukkan bahwa virus corona Covid-19 bisa beratahan lima kali lipat lebih lama di kulit manusia daripada virus flu. Hal ini yang membuat para peneliti menegaskan perlunya untuk sering-sering mencuci tangan.
Melansir dari Medicalxpress, virus corona Covid-19 bisa bertahan hingga 9 jam, sementara virus flu hanya 1,8 jam. Penelitian ini telah ditebitkan pada jurnal Clinical Infectious Diseases.
BACA JUGA: Luka Berat karena Kecelakaan di Tol Cipali, Hanafi Rais Dilarikan ke RS MH Thamrin Purwakarta
"Sembilan jam kelangsungan hidup SARS-CoV-2 atau virus corona penyebab Covid-19 pada kulit manusia dapat meningkatkan risiko penularan kontak dibandingkan dengan IAV (virus influenza A), sehingga mempercepat pandemi," catat para peneliti.
Tim peneliti menguji kulit yang dikumpulkan dari spesimen otopsi, sekitar satu hari setelah kematian. Baik virus corona maupun virus flu dinonaktifkan dalam waktu 15 detik dengan menggunakan etanol yang digunakan dalam pembersih tangan.
"Kelangsungan hidup SARS-CoV-2 yang lebih lama pada kulit meningkatkan risiko penularan kontak. Namun, menjaga kebersihan tangan dapat mengurangi risiko ini," kata penelitian tersebut.
Studi tersebut mendukung pedoman Organisasi Kesehatan Dunia untuk mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh untuk membatasi penularan virus. Saat mencuci tangan, cobalah untuk membersihkan secara keseluruhan hingga 20 detik menggunakan air dan sabun.
Apabila mencuci tangan pakai sabun tidak memungkinkan, gantilah dengan menggunakan hand sanitizer atau gel pembersih tangan. Jangan lupa juga untuk selalu memakai masker, terutama di tempat ramai dan ruang dengan ventilasi yang buruk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Kerokan tidak disarankan untuk nyeri dada. Dokter ungkap risiko dan cara pertolongan pertama yang tepat.
Biawak besar muncul di kamar jenazah RSUD Wates Kulonprogo. Damkar lakukan evakuasi dramatis tanpa korban.
Angin duduk atau angina pektoris bisa jadi tanda gangguan jantung serius. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegahnya.
Menkes Budi ungkap dana Rp20 triliun untuk BPJS Kesehatan segera cair setelah Perpres selesai. Ada syarat iuran dan peserta.
Melalui tajuk “Kopdar Safety With Honda BeAT”, acara ini sukses menggandeng 30 bikers dari Honda BeAT Street Club Yogyakarta (HBSC YK) dan Team Gabut Yogyakarta