Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Tata Surya/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA - Peraih Nobel Fisika Roger Penrose menyebut Big Bang bukanlah awal dari alam semesta melainkan akhir dari yang sebelumnya.
"Ada sesuatu sebelum Big Bang dan sesuatu itu akan kita miliki di masa depan," ujarnya dilansir dari deccanherald.com.
Dia juga mengklaim bahwa bukti mengenai alam semesta sebelumnya ada di lubang hitam.
Menurut Penrose, bukti dari alam semesta yang lebih tua ini dapat ditemukan di lubang hitam saat ini dan titik-titik radiasi elektromagnetik yang tidak dapat dijelaskan di luar angkasa.
Ini adalah bagian dari teori yang disebut "conformal cyclic cosmology" yang mengatakan bahwa alam semesta melewati siklus tak terhingga di mana Big Bang adalah kelahiran alam semesta yang baru.
Penrose, yang dianugerahi Nobel Fisika untuk membuktikan teori relativitas Albert Einstein dengan menemukan lubang hitam, mengatakan bahwa radiasi yang keluar dari lubang hitam atau yang disebut sebagai Radiasi Hawking adalah sisa dari alam semesta sebelumnya.
Peraih Nobel tersebut juga menyebutkan bahwa ada kemungkinan periode waktu penguapan total radiasi dari lubang hitam lebih lama dari usia alam semesta kita saat ini, sehingga tidak dapat dideteksi.
Menurut teorinya, akan ada lubang hitam serupa yang menguap (evaporasi Hawking) dari ribuan juta tahun sebelumnya yang menghasilkan Titik Hawking.
“Titik-titik ini berukuran sekitar delapan kali diameter Bulan dan merupakan daerah yang sedikit menghangat. Ada bukti yang cukup bagus setidaknya untuk enam poin ini,” tambahnya.
Namun, para ahli di bidangnya tidak setuju dengan Penrose. Menurut sebuah artikel Forbes, yang mempertanyakan teori Penrose, mengatakan bahwa tidak ada gaung dari masa lalu di alam semesta kita. “Tidak ada bekas di alam semesta kita; tidak ada pola berulang; tidak ada lingkaran konsentris dari fluktuasi tidak beraturan; tidak ada poin Hawking.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.