Baru Keluar Karantina Covid-19, Trump Bikin Masalah di Twitter dan Facebook

Tangkapan layar cuitan Donald Trump. - Suara.com
08 Oktober 2020 13:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, WASHINGTON, D.C - Presiden AS, Donald Trump telah keluar dari rumah sakit setelah dikarantina akibat positif Covid-19. Ia kembali berkantor di Gedung Putih.

Namun, saat Trump baru saja masuk kantor, Facebook dan Twitter mengambil tindakan terhadap postingan dari Trump pada Selasa (6/10/2020) waktu setempat, yang mengklaim bahwa Covid-19 "jauh lebih mematikan" daripada flu.

Trump membuat tweet dan memosting pesan yang sama ke Facebook, hanya beberapa jam setelah tiba kembali di Gedung Putih, setelah tinggal beberapa hari di pusat medis Walter Reed, tempat presiden dirawat setelah dinyatakan positif Covid-19.

Facebook langsung menghapus postingan Trump di hari itu juga, menyatakan bahwa "[menghapus] informasi yang salah tentang tingkat keparahan Covid-19 dan sekarang telah menghapus postingan ini".

Twitter menyembunyikan tweet di balik peringatan yang mengatakan bahwa itu melanggar aturan platform tentang menyebarkan informasi yang salah atau berbahaya Covid-19.

"Kami menempatkan pemberitahuan kepentingan publik di Tweet ini karena melanggar Kebijakan Informasi Menyesatkan Covid-19 kami dengan membuat klaim kesehatan yang menyesatkan tentang Covid-19," kata juru bicara Twitter dilansir laman Tech Crunch, Kamis (8/10/2020).

Ini bukan kali pertama, Donald Trump bikin masalah di kedua platform tersebut. Agustus lalu, Facebook menghapus video yang dibagikan Trump, di mana dia mengklaim bahwa anak-anak "hampir kebal" terhadap Covid-19. Klip tersebut awalnya ditayangkan di Fox News.

Lain lagi di Twitter. Kicauan Trump memiliki keterlibatan "sangat terbatas", yang berarti bahwa tweet tersebut tidak dapat di-retweet tanpa mengutip, disukai, atau dibalas, tetapi akan tetap dipertahankan karena itu untuk kepentingan publik. Pada saat Twitter mengambil tindakan terhadap tweet, Twitter memiliki lebih dari 59.000 retweet dan 186.000 suka.

Facebook dan Twitter sama-sama membuat kebijakan baru untuk mengatasi penyebaran informasi yang salah terkait pandemi awal tahun ini.

Sumber : Suara.com