Menteri Agama Malaysia Positif Covid-19 Seusai Rapat Khusus dengan Perdana Menteri

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin. - REUTERS/Lim Huey Teng
06 Oktober 2020 10:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, KUALA LUMPUR - Menteri urusan agama, Zulkifli Mohamad Al Bakri dinyatakan terinfeksi virus Covid-19. Sebagai dampaknya, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin akan menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

Menyadur Channel News Asia, Muhyiddin dan Zulkifli sempat bertemu dalam rapat khusus Dewan Keamanan Nasional pada Sabtu (6/10/2020) lalu.

Selepas pertemuan itu, menteri agama dinyatakan positif Covid-19 dan kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit Seremban.

Baca juga: Syukurlah, Dokter Reisa Sebut Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Membaik

Mengikuti saran dari Kementerian Kesehatan Malaysia, Muhyiddin mengatakan akan menjalani karantina mandiri selama 14 hari di kediamannya.

"Namun, ini tidak akan memperngaruhi urusan pemerintahan. Saya akan tetap bekerja dari rumah dan melakukan video call untuk rapat yang harus saya pimpin," ujar Muhyiddin, Senin (5/10/2020).

Perdana menteri menambahkan kementerian kesehatan telan melakukan tes skrining guna mendeteksi Covid-19 pada semua peserta dan sekretariat pertemuan Dewan Keamanan Nasional.

Baca juga: Covid-19, Indonesia Sumbang 0,87% Kasus terhadap Kasus Dunia

Sebagai tindakan pencegahan, sambung Muhyiddin, dia telah menjalani tes swab setiap minggu sejak April dan hasilnya sejauh ini selalu negatif.

Sebelumnya, Zulkifli mengabarkan hasil tes positif Covid-19 miliknya melalui unggahan Facebook, menyebut dirinya dalam kondisi baik.

"Saya mengimbau masyarakat yang hadir di acara yang juga saya hadiri dari 24 September hingga 4 Oktober untuk segera menjalani pemeriksaan kesehatan Covid-19 di klinik kesehatan mana pun." tulisnya.

Direktur Jenderal Kementerian Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan Zulkifli tidak mengalami gejala Covid-19 pada saat pertemuan hari Sabtu.

"(Zulkifli) sekarang telah dirawat di rumah sakit untuk isolasi, observasi dan perawatan sesuai dengan protokol terkini untuk kasus positif COVID-19," kata Noor Hisham.

Berdasarkan data Worldometer, Selasa (6/10/2020), Malaysia mencatatkan total 12.813 kasus infeksi virus corona dengan 137 kematian.

Sumber : Suara.com