Advertisement
Sebanyak 32.000 Karyawan dari Dua Maskapai AS Diberhentikan
Pesawat milik American Airlines Group Inc. diparkir di bandara O'Hare International Airport (ORD) di Chicago, Illinois, AS - Bloomberg / Patrick T. Fallon
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pengurangan karyawan dilakukan dua maskapai penerbangan AS yakni American Airlines Group Inc. dan United Airlines Holdings Inc. Dua perusahaan ini mulai memberhentikan ribuan karyawan seperti yang dijadwalkan semula.
Keputusan diambil di tengah negosiasi yang belum final antara Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Kongres tentang perpanjangan dukungan penggajian untuk maskapai penerbangan AS.
Advertisement
Menurut memo kepada karyawan, kedua maskapai tersebut berjanji untuk membatalkan keputusannya jika pemerintah setuju untuk memberikan bantuan tambahan dalam beberapa hari ke depan. American memberhentikan 19.000 karyawan, sementara United memberhentikan sekitar 13.000 orang.
Keputusan untuk melanjutkan PHK meningkatkan tekanan pada Mnuchin dan Ketua DPR Nancy Pelosi saat mereka merundingkan bantuan ekonomi senilai US$2,2 triliun yang didukung oleh Demokrat. Nilai itu termasuk US$25 miliar dalam bantuan penggajian untuk maskapai penerbangan.
"Saya sangat menyesal kami sampai pada titik ini. Ini bukan layak Anda semua dapatkan," kata CEO American Airlines Doug Parker dalam sebuah surat kepada karyawan, dilansir Bloomberg, Kamis (1/10/2020).
Sementara itu kemarin, Menteri Keuangan mendesak maskapai penerbangan untuk menunda PHK yang akan dimulai ketika putaran bantuan penggajian sebelumnya sebesar US$25 miliar berakhir. Pimpinan DPR menunda pemungutan suara mengenai rencana stimulus untuk memberi Pelosi lebih banyak waktu untuk menyelesaikan kompromi dengan Mnuchin.
United mengatakan telah menjelaskan kepada pemerintahan Trump, Kongres dan serikat buruh bahwa mereka dapat dan akan mengurungkan rencana PHK jika bantuan tambahan diperpanjang. Namun hal itu menjadi belum pasti.
Gelombang PHK itu akan menambah kehilangan pekerjaan yang sudah berjumlah 150.000 di empat perusahaan penerbangan terbesar di negara itu berdasarkan karyawan yang keluar secara sukarela atau mengambil cuti sementara.
Maskapai penerbangan telah mengurangi gaji eksekutif, mengurangi jadwal, dan melarang penerbangan karena permintaan domestik merosot sekitar 30 persen dari level tahun lalu.
Perjalanan internasional masih jauh di bawah itu. Bahkan dengan pengeluaran yang lebih rendah, industri kehilangan miliaran dolar setiap bulan karena biaya melebihi pendapatan.
Adapun Delta Air Lines Inc. akan menghindari sebagian besar PHK hingga setidaknya musim panas mendatang setelah 17.000 pekerja mengundurkan diri dan 40.000 lainnya mengambil cuti yang tidak dibayar.
Perusahaan tetap dalam pembicaraan dengan serikat pilot tentang jalan untuk memangkas jumlah cuti yang tidak dibayar sekitar 2.000 orang. Southwest Airlines Co. juga mengatakan tidak akan memberhentikan pekerja hingga akhir 2020 setelah 28 persen tenaga kerjanya setuju untuk undur diri secara permanen atau sementara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bloomberg, Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
Advertisement
Taman Budaya Bantul Dirancang Jadi Pusat Budaya dan Wisata
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Penjualan Tiket Kereta Lebaran 2026 Dibuka Mulai 25 Januari
- Film Global Mencuri Sorotan dalam Daftar Nominasi Oscar 2026
- PDIP DIY Gelar Merawat Pertiwi, Jaga Hubungan Manusia dan Alam
- Bus Wisata Dilarang Masuk Sumbu Filosofi, Pemkot Jogja Siapkan Lokasi
- Prabowo Sampaikan Komitmen Politik Luar Negeri Damai di WEF
- Polisi Ungkap Modus Curanmor Basemen Mal di Sleman
- Asupan Alpukat Rutin Disebut Membantu Menekan Risiko Penyakit Jantung
Advertisement
Advertisement



