Advertisement
Waspadai Klaster Covid-19 di Kawasan Industri yang Makin Menjamur
Dalam upaya menjaga aktivitas sektor manufaktur makanan dan minuman, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT Mayora Indah Tbk di Jl Jayanti 1 di Balaraja, Tangerang, Banten (18/9/2020). - Kemenperin
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Klaster Covid-19 di kawasan industri semakin menjamur. Satgas Penanganan Covid-19 mencatat saat ini ada 31 klaster di tempat kerja termasuk di kawasan industri. Namun, jumlah kasusnya mencapai 1.082.
Tim Bidang Perubahan Perilaku STPC-19 Djazuli Chalidyanto mengatakan bahwa sebetulnya penanganan di tempat kerja termasuk di kawasan industri cukup mudah karena merupakan kelompok yang terorganisir.
Advertisement
BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Klaster Baru Muncul, RS Rujukan
“Namun, dari sisi penanganan perubahan perilaku ternyata memang upayanya belum maksimal sehingga perlu diperketat dan meminta bantuan dari tokoh-tokoh penting dalam perusahaan atau di masyakat,” jelas Djazuli pada konferensi pers, Jumat (25/9/2020).
Menurutnya, pengendalian Covid-19 di kawasan industri, perkantoran, dan komunitas sangat sederhana, yang dikenal dengan 3M, memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan.
“Inilah yang diharapkan oleh seluruh masyarkat, pemerintah dan satgas, agar bisa dilakukan oleh masyarakat baik di tempat kerja termasuk di tempat tinggal,” ujarnya.
Djazuli menjelaskan bahwa dalam melakukan perubahan perilaku paling tidak ada empat hal yang harus diperhatikan.
BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Klaster Indogrosir Ada di Seluruh DIY
Pertama, terkait kebijakan khusus pengendalian Covid-19. Kedua, ada fasilitas atau sarana yang memungkinkan karyawan di industri melakukan 3M.
Kemudian, ketiga, perlu juga melakukan edukasi, sosialisasi ke seluruh karyawan agar mereka mematuhi 3M dengan baik. Keempat, pengendalian dan pengawasan.
Sedangkan, proses pengendalian juga dibagi kembali menjadi 3 tahapan, yaitu saat karyawan datang ke kawasan industri agar dipantau dengan sangat ketat dari sisi lingkungan dan kesehatannya.
Kedua, ketika berada di dalam kawasan industri.
“Di tahap kedua ini yang mungkin pengendaliannya longgar sehingga menyebabkan klaster, misalnya pada saat makan bersama, melepas masker, ngobro, dan lain-lain,” jelasnya.
BACA JUGA : Muncul Klaster Corona di Acara Pernikahan, Sedikitnya 20
Ketiga, pada saat karyawan pulang. Hal ini perlu diingatkan terus agar para karyawan tidak tertular di jalan pulang saat naik kendaraan umum dan lewat jalan penularan lainnya.
“Ini yang perlu dikendalikan dengan baik oleh pemilik industri sehingga klaster industri bisa dikendalikan,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Sampah Lebaran Sleman: Volume TPST Turun, Waspada Lonjakan 15 Persen
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Guru Besar UIN: Kasus Penyiraman Aktivis Harus Dilihat sebagai Oknum
- PHRI DIY Ungkap Okupansi Hotel di Jogja Turun Meski Musim Liburan
- Makam Dibongkar, Warga Dukun Magelang ternyata Korban Pembunuhan
- Rute Sawah ke Tol Jogja Solo GT Purwomartani Dihapus dari Google Maps
- Kepuasan Publik ke Trump Turun, Dipicu BBM dan Konflik Iran
- Bupati Gunungkidul Tolak Mobil Dinas Baru Rp1,5 Miliar
- Sering Dianggap Biasa Semangka Punya Dampak Tak Terduga
Advertisement
Advertisement







