Dibekali Rp150.000 dan Rp190.000, Ketua RT dan RW di Kota Magelang Diminta Kreatif

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut kepada perwakilan Ketua RT dan RW di Gedung Kyai Spanjang Kota Magelang, Selasa (22/9/2020). - Ist/Dok Humas Pemkot Magelang
22 September 2020 14:57 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang memberikan bantuan operasional pada Ketua RT dan RW di wilayah ini. Bantuan ini merupakan apresiasi atas kerja keras dan pengabdian mereka terhadap Kota Magelang yang diberikan sejak tahun 2011.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut kepada perwakilan Ketua RT dan RW di Gedung Kyai Spanjang Kota Magelang, Selasa (22/9/2020).

Baca juga: BMKG Ingatkan Warga Potensi Cuaca Ekstrem Sampai 28 September, Ini Wilayahnya!

Bantuan tersebut berupa uang Rp150.000 per bulan untuk Ketua RT dan Rp190.000 per bulan untuk Ketua RW yang diberikan setiap triwulan.

"Ini merupakan apresiasi Ketua RT dan RW yang sudah bekerja keras membantu menciptakan suasana yang luar bisa di Kota Magelang," kata Sigit disela-sela kegiatan.

Menurut rencana, Pemkot Magelang akan menaikkan besaran bantuan pada tahun 2021, yakni sebesar Rp250.000 per bulan untuk ketua RT dan Rp400.000 per bulan untuk ketua RW.

Baca juga: Bobol Toko di Gondokusuman, Maling Bawa Kabur Ponsel Pelanggan yang Diservis

Sigit mengingatkan para pemangku wilayah tingkat RT dan RW ini untuk terus berpikir kreatif dan meningkatkan inovasi, meskipun di tengah pandemi saat ini. Jika perlu mengadopsi ide daerah lain, misalnya kampung biopori di Malang, pengelolaan lingkungan di Surabaya dan lainnya.

"Cari ide-ide yang lebih kreatif dalam menata lingkungan. Kampung tematik adalah contoh terdekat yang bisa diadopsi. Kalau kampungnya moncer, terkenal, viral, menimbukan rasa bangga bagi masyarakat," kata Sigit.

Menurut Sigit, jika kondisi sudah memungkinan atau pendemi selesai, mereka bisa melaksanakan studi banding ke daerah lain. Menggali ilmu daerah lain sebagai trigger namun tetap memperhatikan kearifan lokal.

Pada kesempatan itu Sigit kembali mengingatkan Ketua RT dan RW untuk mengoptimalkan "Jogo Tonggo" untuk menekan penyebaran virus corona di wilayah masing-masing. Penerapan protokol kesehatan masyarakat harus diawasi dengan ketat namun tetap mengedepankan sisi humanis.

"Jangan mengucilkan tetangga yg positif. Tidak hanya membantu kebutuhan ekonomi selama isolasi, namun juga memberi support untuk memulihkan kejiwaan," imbuhnya.

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina menambahkan, kreatifitas dan inovasi masyarakat di Kota Magelang sudah berkembang. Terbukti kampung-kampung tematik bermunculan, dari kampung organik, kampung warna-warni, taman anggrek dan sebagainya.

"Masyarakat kita sudah bisa menggali potensi di wilayah masing-masing, berinisiatif membuat taman lingkungan masing-masing, membuka ruang terbuka hijau, tempat bermain anak dan lainnya," ungkap Windarti.

Kampung yang digali dengan maksimal sesuai dengan potensi masing-masing bisa manambah daya tarik wisata dan menopang perekomian Kota Magelang.

Terkait Covid-19, Windarti memaparkan, perkembangan Covid-19 di Kota Magelang termasuk tiga terendah di Jawa Tengah. Walaupun demikian masyarakat khususnya RT dan RW tidak boleh lengah terhadap protokol kesehatan.

"Peran aktif Ketua RT dan RW sangat diperlukan, selalu mengingatkan warganya bahwa adaptasi kebiasaan baru, kegiatan ekonomi boleh dilakukan, hajatan juga diperbolehkan dalam batasan tertentu. Ini yang harus diedukasikan masyarakat," ungkapnya.

Untuk diketahui penyerahan bantuan operasional dilaksanakan dalam 3 gelombang sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan, mulai Selasa-Kamis, 22-24 September 2020. Gelombang 1 untuk Kecamatan Magelang Utara, gelombang 2 Kecamatan Magelang Tengah dan gelombang terakhir Kecamatan Magelang Selatan.

Pada kesempatan yang sama juga diserahkan bantuan berupa mobil operasional persampahan untuk Kelurahan Kramat Selatan, Kecamatan Magelang Utara.