Kementerian PUPR Targetkan Renovasi Stadion PIala Dunia U-20 Selesai Maret 2021

Ilustrasi stadion. - Antarafoto
22 September 2020 08:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan dapat menyelesaikan proses renovasi stadion Piala Dunia U-20 pada Maret tahun depan atau dua bulan sebelum turnamen digelar 20 Mei-12 Juni 2021.

“Kami ditargetkan bulan Maret 2021 bisa selesai. PUPR kan hanya menangani Stadion Kapten I Wayan Dipta dan Stadion Manahan,” kata Direktur Prasarana Strategis Kementerian PUPR Iwan Suprijanto saat dihubungi di Jakarta, Senin (22/9/2020).

BACA JUGA : Jogja Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021

Sementara proses pengerjaan, lanjut Iwan, baru akan dimulai jika seluruh tahapan tender proyek sudah selesai. Ia mengatakan kemungkinan kesepakatan kontrak dengan pihak kedua akan dilakukan Oktober nanti.

Meski begitu, Iwan mengatakan ada beberapa kendala yang kemungkinan bakal ditemui dalam proses pengerjaan nanti. Kendala terbesar yaitu perbaikan rumput lapangan. Menurutnya, pertumbuhan rumput diperkirakan bisa membutuhkan waktu lima hingga enam bulan untuk benar-benar bisa digunakan.

“Yang sebenarnya tantangan itu rumput. Ini kalau mengganti rumput bisa membutuhkan waktu lima sampai enam bulan sendiri untuk memastikan tumbuh dan siap digunakan,” tuturnya.

BACA JUGA : Kepastian Piala Dunia U-20 2021 di Stadin Mandala Krida

“Kalau konstruksi kan bisa diproyeksikan tapi kalau rumput tidak bisa.”

Untuk renovasi stadion Piala Dunia U-20, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp474,4 miliar. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari dua tahun anggaran, yakni Rp57 miliar untuk anggaran tahun 2020, dan Rp417,4 miliar untuk 2021.

Terdapat dua stadion utama yang bakal ditangani PUPR, yaitu Stadion Manahan di Surakarta dan Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali.

BACA JUGA : Mandala Krida Batal Jadi Venue Piala Dunia U-20 2021? Ini

Selain dua stadion utama, Kementerian PUPR juga bertanggung jawab atas beberapa lapangan pendukung, antara lain empat lapangan latihan di Bali dan Solo, tiga lapangan di Bandung dan Palembang, serta satu lapangan latihan di Bangkalan, Surabaya.

Sumber : Antara