Saat Banyak Orang Jatuh Miskin karena Pandemi Corona, Jeff Bezos Makin Kaya & Punya Harta Rp2.900 Triliun

CEO Amazon Jeff Bezos semakin kaya saat pandemi virus Corona (Covid-19). - Intheblack
27 Agustus 2020 16:27 WIB Reni Lestari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Di tengah pandemi Covid-19 yang membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan jatuh miskin, kekayaan bersih pendiri Amazon.com Inc. Jeff Bezos melampaui US$200 miliar atau setara Rp2.942 triliun (Kurs rp14.714) karena saham raksasa e-commerce itu melonjak.

Pencapaian Jeff Bezos diikuti oleh mantan istrinya MacKenzie Scott yang menjadi wanita terkaya di dunia, tepat di belakang pewaris L'Oreal SA, Francoise Bettencourt Meyers. Sementara itu, CEO Tesla Inc Elon Musk menggenapkan kekayaannya menjadi US$101 miliar.

Perusahaan teknologi itu telah mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite ke level tertinggi baru untuk hari keempat berturut-turut, didukung oleh berita bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek mendekati nol selama setidaknya lima tahun.

Adapun 500 orang terkaya di dunia telah memperoleh kekayaan senilai US$809 miliar sepanjang tahun ini, peningkatan 14 persen sejak Januari. Kekayaan mereka meningkat di saat pandemi menyebabkan rekor penurunan produk domestik bruto dan jutaan pekerjaan yang hilang.

Sementara itu, meningkatnya ketimpangan pendapatan telah memicu tanggapan tajam dari banyak politisi dan kritikus progresif di sayap kiri. Senator AS Bernie Sanders awal bulan ini memperkenalkan undang-undang untuk mengenakan pajak atas perolehan kekayaan ekstrim selama krisis virus corona.

"Kami tidak dapat terus membiarkan miliarder seperti Jeff Bezos dan Elon Musk menjadi kaya raya sementara jutaan orang Amerika menghadapi penggusuran, kelaparan dan keputusasaan ekonomi," kata Sanders dalam sebuah pernyataan, dilansir Bloomberg, Kamis (27/8/2020).

Sedangkan yang lain memandang kekayaan mereka yang sangat besar sebagai pembenaran, mengatakan bahwa mereka memperolehnya melalui penciptaan bisnis tunggal.

"Saat Anda melihat Musk dan Bezos, sangat sederhana untuk mengatakan bahwa dengan cara mereka sendiri, mereka telah mengubah dunia,” kata Thomas Hayes, ketua Great Hill Capital.

Lonjakan kekayaan terutama terkonsentrasi di peringkat atas indeks miliarder dan sebagian besar didorong oleh saham teknologi, yang telah terkoyak karena pandemi mendorong lebih banyak orang online. Itu juga termasuk peningkatan jumlah investor ritel yang membeli saham.

Musk kini menjadi salah satu dari empat centibillionaires di dunia, dimana kekayaannya tumbuh US$73,6 miliar tahun ini, lompatan yang masih lebih kecil dari Bezos, yang naik US$87,1 miliar. Sedangkan kekayaan bersih Mark Zuckerberg, pendiri Facebook Inc. mencapai US$100 miliar awal bulan ini.

Taipan teknologi AS bukanlah satu-satunya penerima manfaat. Mukesh Ambani dari India menjadi orang Asia pertama yang menempati peringkat di antara lima orang terkaya di dunia bulan lalu. Dia memperoleh US$22,5 miliar tahun ini berkat peningkatan saham Reliance Industries Ltd.

Meskipun ketegangan dengan AS meningkat, miliarder teknologi China juga meningkat tahun ini. Chief Executive Officer Tencent Holdings Ltd. Pony Ma telah mengumpulkan US$16,6 miliar tahun ini dan kini memiliki jumlah kekayaan US$55,2 miliar.

Jack Ma dari Alibaba Group Holding Ltd. dan William Ding dari NetEase Inc. juga telah menambahkan masing-masing lebih dari US$12 miliar, dengan kekayaan mereka masing-masing sebesar US$58,9 miliar dan US$30,8 miliar.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia