Anaknya Ingin Maju Pilkada, Wali Kota Risma: Ngawur, Onok-Onok Ae Arek Iki

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. - Ist/Dok. Humas Pemkot Surabaya
17 Agustus 2020 01:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SURABAYA--Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berkomentar negatif soal anaknya yang ingin maju pilkada.

Anak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Fuad Benardi, memiliki niatan maju di Pilwali Kota Surabaya sebagai Calon Wali Kota.

Terkait keinginan sang anak, Risma enggan tanggapi hal itu.

BACA JUGA: Dibuka, Program Hibah Modal Usaha Rp2 Miliar untuk Wirausaha Muda. Begini Cara Daftarnya...

Ditemui usai peresmian Lapangan Olahraga di Tambak Asri Surabaya, Minggu (16/8/2020) sore, Risma tampak tak sepenuh hati menjawab pertanyaan awak media.

"Ngawur, enggak, ngawur, onok-onok ae arek iki," ujarnya sambil berlalu.

Sebelumnya, Fuad sendiri mengaku jika dirinya belum memberitahukan keinginannya maju sebagai bakal calon Wawali ke ibunya. Keinginannya untuk maju memang dari niatnya sendiri.

"Potensi anak muda di Surabaya itu besar, karena memang jumlah anak muda di Surabaya cukup banyak. Jadi, memang paling nggak ada pasangan calon yang harus bisa memfasilitasi keinginan dari para pemuda juga. Biar para pemuda ini bisa mempunyai kreativitas-kreativitas, dan Kota ini bisa maju lagi," ujarnya.

Selain itu, keinginan maju ke Cawawali cukup kuat, terlebih lagi dia salah satu kader dari PDI Perjuangan.

"Saat ini saya sudah tercatat di Kader PDI Perjuangan, kalau direkom sebagai Wakil Wali Kota Surabaya mau-mau aja sih," katanya.

Fuad menuturkan, hingga saat ini dirinya masih menunggu rekom dari DPP PDI Perjuangan, terutama rekom dari ketua umum Megawati Soekarnoputri.

"Kalau direkomendasikan oleh partai (PDI Perjuangan) ya siap saja mas, cuma saat ini belum ada tawaran," pungkasnya.

Sementara itu, Calon Wakil Wali Kota Surabaya, Armudji yang saat ini duduk di anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini, tidak merasa tersaingi dengan Whisnu Sakti Buana, saat penantian rekom dari DPP PDI Perjuangan.

"Dia kan anggota PDI Perjuangan, jadi ya kita harus menghargai dan menghormatinya. Enggak (merasa tersaingi). Semua boleh, itu kewenangan DPP," ujar Armudji pada awak media, Minggu (16/8/2020) sore.

Sempat mengeluarkan deklarasi pengunduran dirinya, namun saat ditanya hal itu, Armudji enggan menjawab.

"Saya masih terdaftar, ya soal pencabutan ya diartikan sendiri aja," ucap Armudji sambil tertawa.

Ia menambahkan, bahwa kader dari PDI Perjuangan, harus siap kapanpun jika dibutuhkan oleh partai. Ia melihat hal yang wajar, di saat Fuad bersedia jika anak Wali Kota Risma ini mendapatkan rekom nantinya.

"Kita itu petugas, ditempatkan dimana saja kita harus siap, sama dengan mas Fuad, mau ditempatkan dimana saja, ya harus siap, karena mereka kader partai," jelasnya.

Ia juga menegaskan, bahwa semua kader dari partai berlambang Banteng ini, memiliki kesempatan yang sama, untuk mendapatkan rekom.

"Sangat boleh semua, warga PDI Perjuangan itu boleh, semua warga PDI Perjuangan boleh, karena mereka semua punya hak, yang tentunya kita saling menghargai, saling menghormati dan saling mendukung, yang penting untuk PDI Perjuangan. Untuk siapanya saya enggak tau, itu kewenangan DPP," imbuhnya.

Saat ditanya soal persaingan, Armudji mengatakan tak ada rasa persaingan di dalam partai.

"Kalau di PDI Perjuangan sendiri itu enggak ada saingan-saingan, semuanya mempunyai kesempatan yang sama, semuanya enggak ada pilih kasih," pungkasnya.

Saat ini, Eri Cahyadi dan Whisnu Sakti Buana digembor-gemborkan menjadi Calon Wali Kota dari PDI Perjuangan, sementara untuk Wakilnya, ada nama Fuad Benardi dan Armudji.

Sumber : Suara.com