Advertisement
Ketua Satgas Covid: Jika Masalah di Pulai Jawa Selesai, 74% Kasus Berkurang
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo memberikan paparan saat pembekalan kebencanaan bagi media massa di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (21/2/2019). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga - hp.\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Kasus Virus Corona di Tanah Air sudah menyebar ke seluruh penjuru. Namun, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan pihaknya diperintahkan untuk lebih fokus ke daerah yang memiliki risiko besar terpapar Virus Corona atau Covid-19.
Salah satu daerah yang menjadi fokus pemerintah untuk mendapatkan penanganan yang lebih utama adalah Pulau Jawa.
Advertisement
Doni mengatakan, Pulau Jawa menjadi salah satu daerah yang paling banyak penduduknya yakni, sekitar 160 juta jiwa.
Baca juga: Mumtaz Rais Klarifikasi Insiden di Pesawat: Nada Bicara Agak Kencang Pada Orang yang Ditelepon
Dalam arti lain, pulau Jawa juga menjadi daerah yang memberikan kontribusi ekonomi terbesar di Indonesia.
"Jadi kalau kita bisa menyelesaikan masalah kesehatan di Pulau Jawa, berarti kita bisa mengurangi sekitar 74 persen kasus yang terjadi di tanah air," tutur Doni dalam diskusi virtual bertajuk Optimis Bangkit Dari Pandemi: Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit, Sabtu (15/8/2020).
"Oleh karenanya, bapak presiden telah memerintahkan kami untuk fokus kepada daerah-daerah yang memiliki risiko besar," tambahnya.
Baca juga: Terganggu SMS Promosi, Seorang Pelanggan Gugat Indosat
Fokus penanganan di Pulau Jawa itu dilakukan pemerintah agar masalah kesehatan dan ekonomi juga dapat terselesaikan secara bersama-sama.
Doni mencontohkan apabila masyarakat kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki daya beli yang cukup, maka bisa saja imunitas tubuhnya akan menurun.
"Nah kalau imunitasnya turun maka biasanya orang akan lemah secara kesehatan dan juga akan mudah terpapar Covid-19," ujarnya.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu tentu optimis masyarakat pulau Jawa dapat mendukung upaya pemerintah dalam menangani kesehatan dan ekonomi di daerah tersebut.
Dia meyakini masyarakat memiliki kepatuhan dan tingkat kesadaran yang tinggi karena latar pendidikan dan kemudahan memperoleh informasi.
"Oleh karenanya terobosan kita sekarang adalah memanfaatkan seluruh potensi sumber daya yang ada. Mulai dari media, kemudian pelibatan tokoh-tokoh yang ada di daerah termasuk kaum muda," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Jenazah Pilot ATR 42-500 Andy Dahananto Disambut Haru di Tigaraksa
- Tetangga Kenang Farhan, Copilot ATR yang Tewas di Bulusaraung
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
Advertisement
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Kemenag Tegaskan 17 Oktober 2026 Jadi Batas Wajib Halal Produk Strateg
- Pelatih PSS: Hasil Imbang Lawan Persipura Jadi Poin Penting
- Pelaku Industri Perikanan DIY Dilibatkan dalam Program MBG
- Cek Jam Berangkat KA Prameks Jogja-Kutoarjo Hari Ini
- KA Bandara YIA Reguler dan Xpress, Ini Jadwal Terbarunya
- Hasil Bundesliga Pekan ke-19: Bayern Kalah, Leipzig Bangkit Tandang
- Prakiraan Cuaca di Jogja 25 Januari 2026, Hujan dan Gelombang Sedang
Advertisement
Advertisement




