Kemenhan Beri Santunan Rp50 Juta untuk Korban Latsarmil SPPI
Kemenhan beri santunan Rp50 juta bagi peserta SPPI yang meninggal, sekaligus evaluasi total sistem latihan militer.
Bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (kiri) berada di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020). Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa resmi mendapat rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo pada Pilkada serentak Desember mendatang. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Harianjogja.com, SEMARANG - Ekonom senior Rizal Ramli mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk menarik mundur putranya, Gibran Rakabuming Raka, dari kontestasi Pemilihan Wali Kota Solo pada Pilkada serentak Desember 2020 yang akan datang.
Alasannya, selain belum memiliki pengalaman memimpin, kentara sekali niatan Jokowi dalam membangun dinasti politik.
BACA JUGA : Hari Ini, Gibran-Teguh ke Jakarta Ambil Rekomendasi PAN
“Saya usul tarik mundur dulu dah Gibran dan Bobby, nanti kalau (Jokowi) nggak Presiden dia (Gibran-Bobby) baru maju,” kata Rizal dalam keterangan tertulis Sabtu (15/8/2020).
Dengan menarik mundur Gibran dan Bobby, Rizal meyakini, rakyat Indonesia juga akan menaruh hormat.

PDIP mencalonkan Bobby Nasution-Aulia Rahma di Pilkada Kota Medan 2020./Foto-Istimewa
Mantan Anggota Tim Panel Ekonomi PBB ini-pun berjanji, apabila Jokowi melakukan sarannya, Rizal dengan sukarela akan membantu pemenangan Gibran dan Bobby nantinya dalam pemilihan kepala daerah.
“Itu rakyat jadi hormat. Kalau perlu saya bantu, kalau sekarang nggak lucu, pesaingnya dipanggil suruh mundur,” tukas Rizal yang juga pernah menjabat Menko Maritim era Presiden Jokowi di periode pertama ini.
BACA JUGA : Jadi Mentor Politik, Zulkifli Hasan Berikan Empat Pesan
Rizal mengingatkan, Presiden Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun saja baru mengangkat anak sulungnya Siti Hardijanti Rukmana atau akrap disapa Tutut Soeharto sebagai Menkokesra.
“Karena rakyat marah, (Pak Harto) ngangkat Tutut. Dan sebulan setengah jatuh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kemenhan beri santunan Rp50 juta bagi peserta SPPI yang meninggal, sekaligus evaluasi total sistem latihan militer.
BNPB memastikan tidak ada korban jiwa akibat karhutla di Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Simak kronologi dan penanganannya.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Refleksi Yogya Kembali mengajak masyarakat meneladani nilai perjuangan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda DIY.
Harga sawi sempat anjlok hingga Rp500 per kg. KWT Sehati Magelang mengolahnya menjadi keripik Kraukk! bernilai jual lebih tinggi.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.