11 Jalan di Boyolali Masuk Zona Rawan Kecelakaan, Ini Daftarnya
Dishub Boyolali identifikasi 11 ruas jalan rawan kecelakaan. Empat ruas jadi prioritas dalam RAK LLAJ 2026–2031.
Presiden Prabowo Subianto didampingi menteri dan kepala daerah saat menghadiri panen raya udang vaname di Desa Tegalretno, Petanahan, Kabupaten Kebumen, pada Sabtu (23/5/2026)/Ist-Pemprov Jateng.
Harianjogja.com, SEMARANG— Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Sabtu (23/5/2026).
Panen raya tersebut menjadi bagian dari program pengembangan sektor budidaya perikanan yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan guna meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat keberlanjutan industri udang nasional.
Ahmad Luthfi mengatakan, pengembangan kawasan tambak udang di Kebumen memiliki prospek ekonomi yang besar karena mampu membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
“Ini prospek bagus. Lahan 100 hektare ini akan menambah lapangan pekerjaan baru di wilayah Kebumen, di samping pendapatan daerah tentunya. Dan secara nasional ini prospek yang bagus sekali,” ujar Luthfi di sela kegiatan.
Tambak Udang Kebumen Jadi Potensi Ekonomi Baru
Menurut Luthfi, usaha budidaya udang yang dikembangkan di Kabupaten Kebumen dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang menjanjikan bagi Jawa Tengah maupun nasional.
Di kawasan BUBK Desa Tegalretno, sekitar 650 tenaga kerja telah terserap untuk mendukung operasional Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.
Selain menciptakan lapangan kerja, program budidaya udang dinilai ikut memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi sektor perikanan.
Kabupaten Kebumen sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi perikanan di Jawa Tengah, terutama komoditas udang vaname.
Sepanjang 2025, produksi udang vaname di Jawa Tengah mencapai 26.313 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.850 ton berasal dari Kabupaten Kebumen.
Udang Jateng Tembus Pasar Ekspor
Luthfi menambahkan, hasil budidaya udang dari Jawa Tengah tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga telah memasuki pasar ekspor.
Pada kuartal I/2026, ekspor udang Jawa Tengah tercatat mencapai 1.300 ton dengan nilai ekspor sebesar Rp178,8 miliar.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi produktivitas tambak udang di Kebumen yang dinilai telah memenuhi standar internasional.
“Tadi saya diberi laporan satu hektare bisa menghasilkan 40 ton. Luar biasa. Harganya juga sangat bagus, Rp70 ribu per kilogram,” ujar Prabowo.
Pemerintah Siapkan Perluasan Tambak Udang
Berbekal capaian tersebut, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memperluas kawasan budidaya perikanan di berbagai daerah lain di Indonesia.
Beberapa wilayah yang disebut menjadi target pengembangan antara lain Waingapu, Gorontalo, dan kawasan Pantai Utara Jawa Barat.
“Yang harus kita dukung adalah proyek-proyek yang produktif, yang menciptakan lapangan kerja, dan menghasilkan nilai tambah untuk rakyat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub Boyolali identifikasi 11 ruas jalan rawan kecelakaan. Empat ruas jadi prioritas dalam RAK LLAJ 2026–2031.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
KPK menduga rumah milik Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul menggunakan nama orang lain sehingga tidak tercatat dalam LHKPN.
Seorang pria 61 tahun ditemukan meninggal di Sungai Bedog, Bantul. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan, korban diduga punya riwayat epilepsi.
Sebanyak 2.663 ASN Jawa Barat terindikasi judi online. Pemprov Jabar siapkan sanksi mulai pembinaan hingga pemecatan.
Harga barang diprediksi naik pada akhir 2026 akibat biaya produksi dan pelemahan rupiah. Daya beli masyarakat terancam melemah.