Advertisement
Terima Penghargaan Bintang Mahaputra Nararya dari Jokowi, Begini Tanggapan Fahri Hamzah dan Fadli Zon
Fadli Zon (kiri) dan Fahri Hamzah (kanan) memberi keterangan pers seusai menerima penghargaan Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (13/8/2020) - Youtube Setpres
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menganugerahkan tanda kehormatan pada 53 tokoh Nasional. Di antaranya adalah Wakil Pimpinan DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon 2014 - 2019 yang mendapatkan tanda kehormatan Bintang Mahaputra Nararya.
Fahri Hamzah dan Fadli Zon dikenal sebagai sosok yang kerap mengkritik kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Keduanya paling vokal dan sering berseberangan dalam sikap politik dengan Jokowi.
Advertisement
Baca juga: Daftar 53 Tokoh yang Menerima Anugrah Tanda Jasa dan Kehormatan dari Jokowi
Usai pemberian penghargaan itu, Fahri menyebutkan bahwa Presiden dalam sistem yang dianut Indonesia juga diartikan sebagai Kepala Pemerintahan. Namun, kepala negara harus lebih menonjol menjaga persatuan dan simbol negara terlebih jelang peringatan 17 Agustus.
“Yang beliau sampaikan sebagai Negara demokrasi kita harus bisa memelihara persatuan dan kebersamaan apalagi situasinya sekarang lagi Covid-19 dan sebagainya jadi saya kira itulah momennya sekarang bagi kita semua untuk mempersatukan bangsa kita,” kata Fahri dalam konferensi pers di Istana Negara, Kamis (13/8/2020).
Baca juga: Selain Veronica Koman, LPDP Catat 115 Kasus Penerima Beasiswa Tak Kembali ke Tanah Air
Sementara itu, Fadli Zon menyebut penghargaan yang diterima saat ini sejatinya menjadi penghargaan rakyat. Pasalnya, mereka mendapat tanda kehormatan sebagai wakil rakyat.
Tradisi pemberian penghargaan ini menurutnya bertujuan untuk merawat dan menjaga Indonesia. Adapun, sikap kritis yang disampaikan selama ini agar tetap terjadi keseimbangan politik.
“Sebetulnya ini penghargaan untuk rakyat dan juga perwakilan kelembagaan untuk rakyat artinya juga untuk demokrasi kita. Kami ucapkan terima kasih atas pengakuan terhadap demokrasi kita dengan berbagai perbedaan itu tadi sebenarnya untuk maju dan tetap kita melakukan check and balances,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi turut mengakui dirinya dengan dua tokoh publik itu saling berlawanan dan sering berseberangan dalam sikap politik. Namun, bukan berarti mereka harus bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara.
“Ya inilah yang namanya bernegara, Jadi saya berkawan baik dengan Pak Fahri Hamzah, berteman baik dengan Pak Fadli Zon. Inilah Indonesia, Nanti ditanyakan langsung ke Pak Fahri ke Pak Fadli,” ujar Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- BIGBANG Comeback, Gelar Tur Dunia Perayaan 20 Tahun
- Cuaca Ekstrem Terjang DIY, Gunungkidul Paling Terdampak
- Qatar Tegaskan Tidak Berperang dengan Iran, Klaim Hak Bela Diri
- KPK Umumkan Status Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Hari Ini
- ESDM Buka Peluang Impor Bioetanol AS, Bahlil: Jika Produksi Kurang
- Perang Timur Tengah Belum Ganggu Ekspor DIY, Disperindag Tetap Waspada
- Banjir Rendam 16 Desa di Klaten, 120 Warga Mengungsi
Advertisement
Advertisement







