Advertisement
Sri Mulyani Sebut Data Penerima Bansos Belum Update 5 Tahun Terakhir
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Akibat adanya pandemi Covid-19, Pemerintah menyalurkan berbagai bantuan untuk berbagai kalangan di masyarakat. Pemerintah menyatakan akan terus mempercepat penyaluran bantuan sosial dan memastikan stimulus tersebut tepat sasaran sampai di masyarakat.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan saat ini masalah data yang tumpang tindih dan belum terkonsolidasi antara kementerian dan berbagai lembaga memang masih menjadi kendala pemerintah, khususnya untuk mempercepat distribusi tersebut.
Advertisement
Baca juga: Bantul Pangkas Dana Kegiatan Seni Budaya hingga Rp6 Miliar
Misalnya, penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada 29 juta orang, Sri Mulyani menyebut data yang ada di Kementerian Sosial berbeda dengan realitas yang ada di masyarakat.
Bahkan ketika ditelisik, data tersebut ternyata belum diperbarui sejak 5 tahun terakhir. Pembaruan data seharusnya dilakukan oleh pemerintah daerah berdasarkan perundang-undangan yang baru, namun tidak semua Pemda melakukannya.
Baca juga: Selama Pandemi, Penggunaan Danais Prioritas untuk Program Nonfisik
"Data di Kemensos versus yang ada di dalam realitas masyarakat ada terjadi deviasi. Waktu ditelisik ternyata data itu belum di-update sejak 2015 karena memang updating data tergantung Pemda. Pemda tidak semua melakukan pembaruan sampai kemudian terjadi Covid-19 di 2020 dibutuhkan data yang lebih baru," katanya, Selasa (11/8/2020).
Sri Mulyani melanjutkan, pemerintah tidak dapat menunggu masalah tersebut rampung, sehingga bantuan sosial tetap dikucurkan sekaligus penyempurnaan data dilakukan.
Solusi lainnya juga pemerintah menambahkan program-program sosial lainnya untuk diberikan kepada masyarakat yang belum mendapatkan bansos.
Berbeda dengan negara maju di mana tranfer bansos dilakukan by name by address, sementara di Indonesia tidak demikian. "Di Indonesia nomor induk kependudukan [NIK] kadang tidak ada, by address juga kadang tidak permanen".
Menurut Sri Mulyani, e-KTP dengan single identity sebenarnya bisa menjadi solusi saat ini. Jika Indonesia memilik sistem ini, menurutnya, akan jauh lebih mudah bagi pemerintah untuk mendesain bantuan ke masyarakat.
Demikian juga dengan data bansos produktif, berupa bantuan kredit modal kerja kepada usaha mikro, kecil, dan menengah sebesar Rp2,4 juta. Sri Mulyani mengatakan data yang paling jelas sebenarnya ada di perbankan.
Oleh karenanya, pemerintah akan menggunakan data yang ada, yaitu data dari program ultra mikro yang tercatat ada sebanyak 2,1 juta pengusaha ultra mikro, data program PNM Mekar 6 juta pelaku usaha, Pegadaian 4 juta, dan data melalui koperasi yang hingga saat ini ada sebanyak 1,5 juta orang.
Di samping itu, pemerintah juga akan menggunakan data perbankan, yaitu melalui rekening bank yang jumlah dananya kurang dari Rp2 juta. Misalnya di BRI terdapat sebanyak 9 juta rekening.
"Persoalannya tidak hanya menyebar duit, tapi kami harus accountable, kami akan terus lakukan secepat mungkin tapi setepat mungkin dalam kendala yang ada saat ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
Advertisement
Pemkab Bantul Pastikan Program MBG Tetap Jalan Selama Ramadan 2026
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Eks Lawan Cristiano Ronaldo, Lowe Gabung Dewa United
- Jelang Ramadan, Polres Bantul Sikat Miras
- Indomaret dan Sunco Dorong UMKM Purworejo Naik Kelas Melalui Pelatihan
- Justin Hubner Tembus 5 Bek U-23 Terbaik, Statistik Ungguli Bek Madrid
- Silent Hill Townfall Berpotensi Ungkap Gameplay Perdana dari Konami
- Persik Kediri Berubah, Van Gastel Siapkan PSIM Jogja Lebih Waspada
- iOS 26.3 Resmi Dirilis, Transfer Data ke Android Lebih Mudah
Advertisement
Advertisement







