Pakar: Kasus Covid-19 di Jawa Belum Sampai Titik Terburuk

Ilustrasi. - Freepik
08 Agustus 2020 11:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia, khususnya Pulau Jawa, belum sampai titik terburuk. Hal tersebut disampaikan oleh.epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman. Menurutnya, saat ini Indonesia belum mencapai puncak pandemi Covid-19.

"Situasi pandemi di Indonesia khususnya Jawa belum puncak dan juga belum yang terburuk," kata Dicky dikutip Okezone--jaringan Harianjogja.com, Sabtu (8/8/2020).

Berdasarkan hasil analisis Dicky, Indonesia masih akan menghadapi situasi yang lebih buruk dari saat ini. Sebab, ia melihat masih banyak warga yang sebenernya terinfeksi virus corona, namun belum terdeteksi.

Baca Juga: Ada Pandemi Corona, Jumlah Pelanggaran Lalu Lintas di DIY Turun

"Kita masih akan menghadapi situasi yang lebih buruk terutama karena masih terlalu banyak kasus covid di masyarakat yang belum terdeteksi. Yang paling menguatirkan sebetulnya terutama di provinsi selain DKI, karena cakupan testing tracingnya yang sangat rendah," bebernya.

Dicky menyoroti rendahnya tingkat pelacakan penularan serta pemeriksaan Covid-19 di beberapa daerah Indonesia. Hal itu, kata Dicky, dapat berdampak pada ledakan kasus corona dalam beberapa waktu kedepan.

"Yang lebih membuat ancaman ledakan kasus makin bertambah banyak adalah karena daerah-daerah dengan cakupan test rendah ini, merasa dalam zonasi aman," ujarnya.

"Sehingga aktifitas sosial menjadi longgar selain belum optimalnya kepatuhan semua pihak pada protokol kesehatan," sambungnya.

Berita ini sudah tayang di Okezone.com dengan judul "Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Dinilai Belum Sampai Titik Terburuk".

Sumber : Okezone