Sedikitnya 78 Orang Tewas, 4.000 Terluka Akibat Ledakan di Beirut

Massive Explosion Rocks Beirut
05 Agustus 2020 07:27 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Dua ledakan besar yang mengguncang Beirut, Selasa (4/8/2020) malam menewaskan sedikitnya 78 orang dan melukai ribuan lainnya selain menghancurkan dan menghanguskan gedung-gedung.

Rekaman video ledakan kedua menunjukkan bola api besar berwarna oranye dan mengirim gelombang kejut seperti tornado.

Jumlah korban meninggal terus meningkat hingga sedikitnya 78 orang dan hampir 4.000 lainnya terluka, kata menteri kesehatan Lebanon, Hamad Hasan seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Rabu (5/8/2020).

"Banyak orang yang hilang sampai sekarang. Pihak keluarga mereka terusĀ  mencari informasi soal korban ke kantor bagian darurat bencana. Akan tetapi sulit untuk mencari di malam hari karena tidak ada aliran listrik," katanya.

HasanĀ  mengatakan pihaknya menghadapi bencana nyata dan perlu waktu untuk menilai tingkat kerusakan.

Ratusan orang yang terluka dalam ledakan di kawasan pelabuhan Beirut itu dibawa ke rumah sakit tetapi banyak yang tetap terperangkap di rumah-rumah yang rusak akibat ledakan itu, kata kepala Palang Merah Lebanon, George Kettaneh.

Dia mengatakan kepada media setempat bahwa tidak ada angka pasti berapa banyak yang terluka karena banyak yang masih terperangkap di rumah-rumah dan di dalam wilayah ledakan.

Sedangkan beberapa lainnya diselamatkan dengan perahu.

Pihak rumah sakit Dieu Hospital di Beirut menyatakan bahwa mereka merawat lebih dari 500 orang dan tidak dapat menerima lebih dari itu. Puluhan orang yang terluka perlu operasi dan membutuhkan sumbangan darah.

Mohammed Fahmi, menteri dalam negeri Lebanon, mengatakan ledakan itu tampaknya disebabkan oleh bahan kimia amonium nitrat yang disimpan di gudang di pelabuhan sebagaimana dikutip Aljazeera.com.

Media Lebanon menampilkan gambar-gambar orang yang terperangkap di bawah puing-puing. Beberapa di antaranya berlumuran darah.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia