Gojek Alihkan Rencana Investasi akibat Pandemi

Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Jakarta, Senin (3/2/2020). - JIBI/Bisnis.com/Himawan L Nugraha
04 Agustus 2020 15:37 WIB Rinaldi Mohammad Azka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - PT Aplikasi Karya Anak Bangsa pemilik merek dagang ride hailing Gojek melakukan penyesuaian investasi di sektor pengadaan shelter dan fokus pada jaminan kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Head of Transport Gojek Group Raditya Wibowo mengatakan dalam beberapa bulan pandemi Covid-19, peta jalan pengembangan investasi dan bisnis di lini bisnis transportasi Gojek cukup terpengaruh.

"Jujur dalam beberapa bulan, roadmap di transportasi sangat terpengaruh, kami harus menyesuaikan, yang ditunda tadinya kami mau membuat lebih banyak shelter, kami lebih fokus upaya kesehatan," jelasnya dalam webinar, Selasa (4/8/2020).

Dia menyebut saat ini Gojek sudah memiliki 35 shelter di titik simpul transportasi dan di antaranya terdapat di Jabodetabek. Kala pandemi menyerang, rencana penambahan shelter tersebut harus ditunda.

Fokus investasi pun beralih, salah satunya ke posko aman bagi mitra pengemudi di 16 kota di seluruh indonesia. Posko ini menyediakan layanan desinfeksi, pengecekan suhu tubuh dan segala yang menjamin protokol kesehatan.

"Banyak yang kami alihkan ke arah sana, untuk lebih mengembangkan jaminan kesehatannya," ujarnya.

Dia juga bercerita selama PSBB di wilayah Jabodetabek yang melarang ojek online mengangkut penumpang, pengguna layanan Goride banyak yang beralih ke layanan Gocar. Jumlahnya, hingga 25 persen pengguna.

"Pelanggan ini di PSBB transisi balik ke Goride. Total load tentu lebih rendah, tapi pengguna transportasi publik selalu ada, salah satu yang populer, menggunakan sebagai first mile dan last mile. Sesuatu yang kami kembangkan guna mendukung itu," katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia