Ini Regulasi yang Hambat Investasi Energi Terbarukan
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Wakil Presiden Ma\'ruf Amin berjalan usai menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020). Wapres meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait jenazah pasien positif virus corona (COVID-19) yang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Harianjogja.com, JAKARTA - Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menyebut jarang munculnya Wakil Presiden Ma`ruf Amin di muka publik tidak berdampak apapun pada kabinet Indonesia Maju.
Menurutnya, selama ini Ma`ruf memang menjadi wakil dari Presiden Joko Widodo. Meski Wapres dianggap kurang terdengar publik, Jokowi masih menangani kondisi ini dengan aktif dan mampu bekerja selama Covid-19.
“Lagipula, Presiden nampaknya tidak keberatan dengan kinerja Wapres, jadi mestinya tidak apa-apa,” katanya kepada JIBI/Bisnis, Senin (4/8/2020).
Di sisi lain, publik menurutnya tidak dapat membandingkan antara kursi Wakil Presiden yang diduduki Ma`ruf Amin dengan pemerintahan terdahulu seperti Jusuf Kalla dan Boediono.
Pasalnya ketiga Wakil Presiden tersebut memiliki situasi, kondisi dan atmosfir politik yang berbeda. Termasuk di masa Ma`ruf Amin tengah menghadapi situasi pandemi Corona.
Adapun, Ma`ruf Amin memang jarang terlihat di muka publik maupun pemberitaan di media massa. Terlebih saat mulai meluasnya pandemi, Wapres mulai membatasi aktivitas termasuk kunjungan kerja.
Pada bulan Juli misalnya, Wapres dua kali melakukan kunjungan. Pertama, ke Kota Sukabumi pada 8 Juli dan ke Kabupaten Serang, Banten saat perayaan Iduladha 31 Juli 2020.
“Indikatornya kepuasan Presiden saja, kalao Presiden nggak masalah ya udah biarin aja,” ujarnya.
Pada awal pandemi Covid-19, Ma’ruf Amin cukup rutin menggelar konferensi pers. Namun, kini kegiatan itu kian jarang. Konferensi pers terakhir Wapres dengan media berlangsung pada 16 Juni 2020.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Jadwal bola malam ini 20-21 Mei 2026 menghadirkan final Liga Europa Freiburg vs Aston Villa hingga final ASEAN Club Championship.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag