Penelitian: Tata Surya Lain Diperkirakan Punya 7 Planet yang Bisa Dihuni

Trappist 1 - UC riverside
04 Agustus 2020 06:27 WIB Lukas Hendra TM News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Sebuah penelitian baru menunjukkan tata surya (solar system) lain dapat memiliki tujuh planet mirip Bumi tanpa adanya raksasa gas seperti Jupiter. 

Sebuah studi yang dipimpin oleh astrobiology Universitas California (UC) Riverside, Stephen Kane, mengungkapkan hal tersebut dalam risetnya yang diterbitkan di jurnal Astronomical pada 27 Juli 2020 dengan judul Dynamical Packing in the Habitable Zone: The Case of Beta CVn.

Pada laman resmi UC Riverside, Kane menjelaskan pencarian untuk kehidupan di luar angkasa biasanya difokuskan pada apa yang oleh para ilmuwan disebut "zona layak huni", yaitu area di sekitar bintang di mana sebuah planet yang mengorbit bisa memiliki lautan air cair — suatu kondisi kehidupan seperti yang kita kenal.

Kane telah mempelajari tata surya terdekat bernama Trappist-1, yang memiliki tiga planet mirip Bumi di zona layak huni.

"Ini membuat saya bertanya-tanya tentang jumlah maksimum planet layak huni yang mungkin dimiliki oleh sebuah bintang, dan mengapa bintang kita hanya memiliki satu. Rasanya tidak adil," katanya seperti dikutip dari laman UC Riverside, Jumat (31/7/2020).

Timnya menciptakan sistem model di mana mereka mensimulasikan planet dari berbagai ukuran yang mengorbit bintang-bintang mereka. Algoritma menyumbang gaya gravitasi dan membantu menguji bagaimana planet-planet berinteraksi satu sama lain selama jutaan tahun.

Mereka menemukan bahwa beberapa bintang dapat mendukung sebanyak tujuh bintang, dan bintang seperti matahari kita berpotensi mendukung enam planet dengan air cair.

"Lebih dari tujuh, dan planet-planet menjadi terlalu dekat satu sama lain dan mengacaukan orbit satu sama lain," kata Kane.

Lalu mengapa tata surya kita hanya memiliki satu planet yang dapat dihuni jika ia mampu mendukung enam? Ini membantu jika pergerakan planet-planet itu melingkar daripada oval atau tidak beraturan, meminimalkan kontak dekat dan mempertahankan orbit yang stabil.

Kane juga mencurigai Jupiter, yang memiliki massa dua setengah kali lipat dari semua planet lain di tata surya, membatasi kemampuan Solar system kita.
.
"Ini memiliki efek besar pada kelayakhunnya sistem surya kita karena itu masif dan mengganggu orbit lainnya," kata Kane.

Hanya segelintir bintang yang diketahui memiliki beberapa planet di zona layak huni mereka. Ke depan, Kane berencana untuk mencari bintang tambahan yang seluruhnya dikelilingi oleh planet yang lebih kecil. Bintang-bintang ini akan menjadi target utama untuk pencitraan langsung dengan teleskop NASA seperti yang ada di Habitable Exoplanet Observatory Jet Propulsion Laboratory.

Studi Kane mengidentifikasi satu bintang seperti itu, Beta CVn, yang relatif dekat pada 27 tahun cahaya. Karena tidak memiliki planet seperti Jupiter, ia akan dimasukkan sebagai salah satu bintang yang diperiksa untuk beberapa planet zona layak huni.

Studi masa depan juga akan melibatkan penciptaan model baru yang memeriksa kimia atmosfer planet-planet zona layak huni di sistem bintang lainnya. Proyek seperti ini menawarkan lebih dari jalan baru dalam mencari kehidupan di luar angkasa. Mereka juga menawarkan wawasan ilmuwan tentang kekuatan yang mungkin mengubah kehidupan di planet kita sendiri suatu hari nanti.

Kane mengungkapkan meskipun kita tahu Bumi telah dihuni selama sebagian besar sejarahnya, masih banyak pertanyaan mengenai bagaimana kondisi yang menguntungkan ini berkembang seiring waktu, dan penggerak spesifik di balik perubahan itu.

“Dengan mengukur sifat-sifat eksoplanet yang jalur evolusinya mungkin sama dengan milik kita, maka kita memperoleh pratinjau ke masa lalu dan masa depan planet ini — dan apa yang harus kita lakukan untuk menjaga kelayakhuniannya,” katanya.