Kunjungan Wisman Masih Rendah, Pemulihan Dampak di Sektor Pariwisata Butuh Waktu Lama

Pegawai hotel melayani wisatawan di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (3/3/2020). Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70 persen sejak merebaknya wabah virus corona. - ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
03 Agustus 2020 15:27 WIB Rahmad Fauzan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Dampak pandemi virus corona atau Covid-19 dalam sektor pariwisata ternyata memerlukan pemulihan yang cukup panjang. Jumlah wisatawan asing per Juni lalu tercatat 163.000 kunjungan atau anjlok 88,82 persen dibandingkan dengan juni 2019.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kunjungan wisman pada Juli 2020 menurun dibandingkan dengan Juni lalu. Menurutnya, dilihat dari pelabuhan, tahun-tahun sebelumnya mayoritas wisman berkunjung ke bali.

"Adanya relaksasi PSBB, wisman tetap berdatangan tetapi masih jauh dari normal. Karena pada Juni 2019 jumlah wisman lewat bandara Soekarno Hatta ada 190.000 sementara sekarang ada 9.100 kunjungan," katanya dalam paparan, Senin (3/8/2020).

BACA JUGA : 66 Destinasi dan UJP di Sleman Ajukan Rekomendasi Wisata 

Kendati demikian, Suhariyanto optimistis sudah mulai ada tanda-tanda geliat wisman dan transportasi. Misalnya saja yang terjadi di bandara Juanda yang mengalami kenaikan sebesar 709 persen dibandingkan dengan bulan lalu yang masih minus 99,57 persen.

Secara kumulatif januari - juni 2020, jumlah wisman tercatat 3,08 juta atau turun 58,86 persen dari periode yang sama 2019. "Angkutan udara pada Juni penerbangan domestik naik 0,78 juta atau meningkat 791,38 persen dari Mei," tambahnya.

BACA JUGA : Wisatawan Masuk Jogja Akan Diperiksa Kelengkapan 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia