Acara Pesta Seks Libatkan 30 Orang Saat Pandemi, Digagalkan Polisi

Ilustrasi hubungan intim - bomjardimnoticia.com
31 Juli 2020 18:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-Meski pandemi, puluhan orang di New York nekat ingin menggelar pesta seks.

Otoritas berwenang di New York berhasil membubarkan pesta seks yang digelar di tengah pandemi virus Corona.

Menyadur Daily Mail, Sabtu (31/7/2020), acara rahasia yang digelar pekan lalu ini dihadiri oleh sekitar 30 orang.

Pihak kepolisian mengatakan pesta seks yang diadakan pada 24 Juli tersebut diadakan di kawasan Midtown Manhattan.

Acara ini dilangsungkan secara sembunyi-sembunyi, di mana penyelenggara melarang peserta untuk mengambil gambar atau menyebutkan detil pesta.

Informasi tentang kegiatan yang melanggar protokol kesehatan ini disebarkan secara tertutup melalui Telegram dan WhatsApp.

BACA JUGA: Pecah Rekor Terbanyak! Hari Ini Covid-19 di DIY Bertambah 64 Kasus

Polisi Kota New York Joseph Fucito mengatakan kepada ABC, beberapa pesta yang menjadi target penggerebekan adalah ilegal karena tidak memiliki izin konsumsi minuman keras.

"Acara seperti ini adalah aktivitas ilegal sebelum Covid-19, dan melanggar aturan walikota dan gubernur dengan melakukan aktivitas kriminal dalam acara sosial," ujar Fucito.

"Karena sifat dan lokasi peristiwa yang berubah dengan cepat, kantor polisi tidak mengomentari investigasi kriminal, tapi kami siap menerima informasi acara semacam ini," sambungnya.

Pemerintah New York tengah getol menegakkan aturan pembatasan guna menekan sebaran virus Corona di kota ini.

Belum lama ini, sebuah konser yang meski disebut-sebut menerapkan protokol kesehatan memicu kecaman di tengah masyarakat New York.

Gubernur New York Andrew Cuomo merupakan satu di antara orang yang memberikan respons negatif atas acara musik amal yang digelar Chainsmoker pada Sabtu (25/7/2020) lalu.

"Saya terkejut," cuit Cuomo di twitter, menambahkan penyelidikan akan dilakukan.

"Kami tidak memberikan toleransi terhadap (aktivitas) ilegal dan sembrono yang membahayakan kesehatan masyarakat," sambungya.

Penyelenggara acara mengklaim orang yang datang ke konser ini menonton melalui mobil mereka masing-masing.

Namun, dari apa yang tersebar di media sosial, terlihat orang-orang keluar dari mobil, berpesta bersama dan menari tanpa masker.

Sejak awal wabah virus Corona muncul di Amerika Serikat, New York menjadi pusat sebaran kasus. Tapi belakangan, sebaran infeksi di kota ini disebutkan mulai menurun.

New York per Rabu (29/7/2020) mencatatkan 777 kasus infeksi virus corona baru dengan 13 kematian. Sementara total keseluruhan kasus Covid-19, berdasarkan data dari Worldometers, mencapai 443.000 dengan 32.754 kematian.

Sumber : Suara.com